Kamis, 19 November 2009

Coelacanth, Fosil Hidup yang Bertangan


TAK butuh waktu lama untuk sebuah kejutan langka, seperti dialami peneliti oseanografi LIPI, Augy Syahailatua, ketika bersama peneliti lain melihat langsung keberadaan ikan purba coelacanth.

Kejutan itu terjadi pada siang hari tanggal 27 Juni 2007 di Malalayang, Teluk Manado, Sulawesi Utara.

Siang terik itu, kapal kayu peneliti baru sekitar 30 menit bergerak dari pantai Kota Manado. Kurang 500 meter dari tepian pantai, wahana bawah laut tanpa awak atau remotely operated vehicle (ROV) menangkap obyek utama penelitian ikan coelacanth. Data ROV mencatat, obyek berada di kedalaman 190,2 meter hingga 195 meter. ”Kami beruntung. Tentu gembira sekaligus terkejut,” kenang Augy.

Kenapa disebut beruntung dan terkejut? Berdasarkan catatan resmi survei biologi museum ilmu kelautan Aquamarine Fukushima, Jepang, pihak yang getol meneliti coelacanth, itulah satu-satunya perjumpaan pada survei lapangan periode 27 Juni-12 Juli 2007. Dari 92 kali pengoperasian ROV (total waktu penyelaman 54 jam 55 menit), hanya terjadi satu perjumpaan selama 32 menit tersebut.

Secara total, ROV yang dibawa tim Aquamarine Fukushima telah merekam delapan kali perjumpaan pada periode tahun 2006-2007. Tahun 2008, tak satu perjumpaan pun terjadi.

Menemukan keberadaan ikan coelacanth memang tidak mudah. Bahkan, bisa dibilang sulit dan berongkos mahal.

Informasi ilmiah menyebutkan, habitat ikan coelacanth berada pada kedalaman lebih dari 180 meter dengan suhu air laut maksimal 18 derajat celsius. Pada perjumpaan 27 Juni 2007, ROV merekam coelacanth sedang berdiam di mulut goa batuan lava bawah laut.

Pergerakan sekaligus sorot lampu ROV tidak mengejutkan coelacanth. Puluhan menit berdiam seperti menggantung di mulut goa, coelacanth kemudian berenang perlahan dan menghilang di antara celah-celah goa.

Fosil hidup ”bertangan”

Para ahli menyebut ikan coelacanth sebagai ikan purba. Alasannya, ikan itu diyakini sudah ada di bumi sejak era Devonia sekitar 380 juta tahun silam. Hingga kini, bentuknya tidak berubah alias tidak berevolusi!

”Coelacanth juga disebut ikan fosil hidup,” kata peneliti ikan Pusat Penelitian Biologi LIPI, Agus H Tjakrawidjaja. Bersama satu peneliti Perancis dan beberapa peneliti Indonesia lainnya, Agus mengidentifikasi ikan coelacanth pertama di Indonesia ditemukan tahun 1998 di Manado, Sulut.

Hasilnya, ikan tersebut merupakan jenis baru yang kemudian disebut Latimeria menadoensis dan dipublikasikan di jurnal ilmiah Perancis, Comtes Rendus de L’Academie des Sience (24 Mei 1999). Identifikasi taksonomi itu mengejutkan ahli zoologi sedunia karena sejak tahun 1940 dunia hanya mengenal satu spesies coelacanth (Latimeria chalumnae) yang ditemukan di barat Madagaskar (1938), sekitar 10.000 kilometer dari Manado.

Ada kisah menarik di balik penerbitan spesies baru dari Manado itu. Agus mengisahkan, kelompok peneliti di Indonesia bersaing dengan peneliti dari Amerika Serikat, yang disebut-sebut menghalangi publikasinya di jurnal bergengsi, Nature. ”Toh, akhirnya bisa juga.”

Secara fisik, sekilas fosil hidup tampak seperti ikan kerapu macan. Loreng-loreng gelap bergigi tajam.

Keunikan paling nyata adalah keberadaan sepasang sirip dada, sirip perut, satu sirip anal (bagian belakang bawah), dan satu sirip punggung yang tidak menyatu dengan tubuh, tetapi menjulur seperti tungkai layaknya tangan manusia.

Untuk tetap pada posisinya, coelacanth menggerakkan sirip perut dan sirip dadanya seperti dayung. Gerakan maju datang dari sirip anal dan sirip punggung belakang.

Ada dugaan, coelacanth dapat bergerak mundur, tetapi belum ada publikasi mengenai kebenarannya. Yang pasti, seperti dikatakan Agus, rahang atas coelacanth dapat bergerak membuka seperti rahang bawah.

Peneliti ikan LIPI lainnya, Haryono, mengaku belum pernah melihat ikan dengan kemampuan membuka rahang bagian atas seperti coelacanth. Dengan kemampuan itu, coelacanth, ikan karnivora, dimungkinkan memangsa ikan yang lebih besar.

Agus menambahkan, coelacanth menetaskan telurnya di dalam perut, bukan di luar tubuhnya. ”Namun, ia tetap bukan mamalia air,” katanya.

Di dunia, habitat coelacanth diketahui di pantai Afrika, yakni Kenya, Tanzania, Mozambik, Madagaskar, dan Afrika Selatan, serta Indonesia. Di Indonesia, sebaran coelacanth mulai dari Buol, Tolitoli, Sulawesi Tengah, hingga Manado, Sulawesi Utara, sekitar 400 kilometer.

Penelitian Aquamarine Fukushima di kedalaman laut di kawasan itu (2006-2007) merekam tujuh coelacanth. Seluruhnya di kedalaman lebih dari 120 meter dengan suhu antara 12 C dan 17 C.

”Kami menduga, coelacanth juga ada di perairan Biak,” kata Augy. Pertimbangannya, kondisi bawah lautnya memiliki kemiripan dengan Sulut; berpalung dengan goa-goa batuan lava.

Kunci evolusi

Para ahli sepakat, berbagai keunikan coelacanth, yang belum seluruhnya terungkap, merupakan kunci penting mengungkap tabir evolusi makhluk bawah air. Alasan itu pulalah yang membuat pihak Jepang berupaya keras mengetahui seluk-beluk ikan fosil hidup itu.

Selain di Indonesia, Aquamarine Fukushima juga memiliki proyek survei lapangan di Afrika Selatan dan Tanzania. Tujuan survei itu adalah memfilmkan coelacanth di habitat aslinya.

Proyek jangka panjang yang fokus pada coelacanth itu disebut proyek ”Greeneye”. Selain survei lapangan, aktivitas proyek diikuti lokakarya dan simposium internasional serta ekshibisi khusus, termasuk mendatangkan awetan coelacanth ke Jepang selama sekitar tiga bulan.

Hingga tahun 2008, Jepang masih berupaya memiliki awetan basah coelacanth yang kini disimpan di Museum Biologi LIPI. Namun, masih ada penolakan dari peneliti.

Menyadari potensi besar coelacanth, yang mewakili kekayaan sumber daya hayati laut Tanah Air, Indonesia menjadikan ikan fosil hidup sebagai maskot Konferensi Kelautan Sedunia dan Pertemuan Segitiga Terumbu Karang (WOC-CTI Summit) pada 11-15 Mei 2009 di Manado.

Di Indonesia, setidaknya ada dua awetan basah coelacanth, yakni yang disimpan di Museum Biologi LIPI di Cibinong dan di Manado. Coelacanth menunjukkan bahwa kekayaan laut Indonesia sekaligus keterbatasan pengelolaan dan penelitian kelautan di Tanah Air. (Kompas Cetak)

Perempuan Banyak Lahir di Daerah Tropis


WAJAR saja bila di Indonesia jumlah perempuan lebih banyak daripada jumlah laki-laki. Penelitian menunjukkan bahwa mereka yang tinggal di daerah tropis memiliki anak perempuan lebih banyak dibandingkan di daerah lain.

Ini mungkin disebabkan karena udara yang lebih panas atau hari yang lebih panjang. Demikian kesimpulan peneliti Amerika Serikat Dr Kristen Navara dalam terbitan jurnal Royal Society Biology Letters.

Dia mengatakan iklim mungkin menjadi faktor yang berkaitan dengan tingkat keguguran dan kualitas sperma. Atau juga mungkin ada keuntungan evolusi memiliki lebih banyak anak perempuan dibandingkan laki-laki bila tinggal di dekat garis katulistiwa.

Para ahli sudah lama mengetahui bahwa tingkat kelahiran bayi perempuan dan laki-laki berbeda di seluruh dunia.

Walau ada kecenderungan tertentu dalam masyarakat seperti di Cina dimana anak laki-laki lebih disukai sehingga janin perempuan sering digugurkan, secara alamiah proses kelahiran juga terjadi.

Riset menunjukkan bahwa janin perempuan lebih kuat dibandingkan janin laki-laki sehingga lebih mampu bertahan dalam kandungan dalam menghadapi berbagai lingkungan yang berbeda.

Dalam situasi lingkungan yang ekstrim seperti perang, tingkat kelahiran bayi perempuan lebih tinggi dibandingkan laki-laki.

Para ahli sudah lama memperkirakan bahwa daerah dimana kita tinggal juga mempengaruhi tingkat kelahiran.

Menurut penelitian sebelumnya, semakin kita tinggal ke arah selatan, semakin banyak bayi laki-laki yang dilahirkan, paling tidak hal tersebut terjadi di Eropa.

Namun susah untuk menyimpulkan bahwa pengaruh kawasan menjadi satu-satunya faktor, karena adanya variasi yang luas seperti kebudayaan, masyarakat, ekonomi, dan yang lain.

Navara dari University of Georgia, melakukan penelitian dengan melihat rasio jenis kelamin dari 202 negara dalam masa 10 tahun terakhir, dengan juga mempertimbangkan perbedaan sosio-ekonomi antar negara dan benua.

Secara rata-rata tingkat kelahiran dunia masih lebih banyak anak laki-laki, 106 laki-laki berbanding 100 perempuan atau 51.5 persen. "Satu-satunya negara di dunia dimana tingkat kelahiran perempuan lebih banyak dibandingkan laki-laki adalah Republik Afrika Tengah," kata Navara kepada BBC.

Dalam penelitiannya, Navara menemukan bahwa negara yang semakin dekat ke garis katulistiwa, menghasilkan anak laki-laki lebih sedikit dibandingkan negara sub tropis, dan yang lebih dingin, masing-masing 51,1 persen dan 51,3 persen. (bbc)

JAKARTA — Para ilmuwan dari organisasi lingkungan hidup Conservation International (CI) dalam penelitian keragaman hayati di Hutan Lindung Nangaritza Ekuador dekat perbatasan Peru menemukan katak kaca atau kristal yang disebut Hyalinobatrachium pellucidum.
Jenis amfibi ini berukuran lebih kecil dari kuku jari dan berkulit transparan sehingga organ dalamnya tampak dari luar. Satwa ini tergolong terancam punah.
Di lokasi yang sama, peneliti dari CI juga menemukan paling tidak 15 fauna dan flora yang tergolong baru bagi khazanah ilmiah.
Di dunia diperkirakan terdapat 14 juta flora-fauna, yang telah teridentifikasi manusia hanya sekitar 1,8 juta.
Tujuan dari penelitian selama tiga minggu tersebut adalah untuk mengidentifikasi spesies dan menyusun rekomendasi konservasi untuk kemungkinan pengembangan ekowisata di hutan itu.
Mereka juga mengungkapkan bahwa serangga dan katak yang ditemukan berpotensi medis. Survei kelayakan populasi diperlukan untuk melihat potensi lain di hutan itu.(Conservation International/YUN)

Organ Harimau Langka Ternyata Diperdagangkan

Selasa, 17 November 2009 | 17:03 WITA

BANDA ACEH -- Yayasan Leuser Internasional (YLI) menduga adanya jaringan perdagangan organ harimau di Provinsi Aceh menyusul sering terjadinya kasus kematian binatang langka ini.

"Konflik manusia dan harimau di Kabupaten Aceh Selatan yang berujung pada kematian merupakan salah satu awal mata rantai perdagangan organ bintang buas tersebut," kata juru bicara YLI, Chik Rini, Selasa (17/11).

Sepanjang tahun 2007-Agustus 2009, ditemukan 11 ekor harimau mati terbunuh di Aceh Selatan akibat dijerat, diracun dan ditembak dengan senjata api.

Dari 11 kasus kematian tersebut, hanya satu yang diketahui sebagai pelaku perdagangan organ tubuh harimau. Selain itu, harimau juga diburu secara khusus untuk diperdagangkan.

Menurut Chik Rini, lemahnya penegakan hukum menyebabkan pelaku leluasa melakukan transaksi dengan para pengumpul di Medan, Sumatra Utara.

Organ tubuh harimau yang sering diperdagangkan adalah tulang, kulit, taring, kuku dan kumis. Tulang, digunakan untuk pengobatan tradisional China, kulit untuk offset/pajangan di dalam rumah para oknum pejabat, pengusaha dan aparat penegak hukum.

Taring dan kuku sering digunakan untuk liontin. "Semua organ tubuh harimau diperdagangkan di pasar gelap dengan harga yang sangat mahal mencapai puluhan juta rupiah," katanya.

Ia menyatakan, kematian harimau akibat perburuan dan konflik telah menurunkan populasi binatang berwarna loreng itu di KEL.

Kasus kematian harimau di KEL meningkat mulai tahun 2000 dengan cara peracunan, pemasangan jerat, penangkapan melalui kandang perangkap dan perburuan dengan senjata api.

KEL merupakan benteng terakhir dimana harimau Sumatera bertahan hidup. Di provinsi lain, jumlah harimau semakin menurun seiring semakin berkurangnya luas hutan akibat dikonversi menjadi kawasan perkebunan.

Upaya perlindungan KEL sebagai habitat utama harimau Sumatera, akan melindungi spesies langka itu untuk beberapa waktu yang akan datang.

"YLI saat ini masih bekerja untuk menyelesaikan pendataan populasi dan penyebaran harimau di KEL bersama WCS dan Denver Zoo," kata Chik Rini.

Seekor harimau Sumatera berkelamin betina yang masih muda, Senin mati dibunuh Tajab (50), warga Desa Silolo, Kecamatan Pasie Raja, Kabupaten Aceh Selatan setelah makan ayam di kandangnya.

Karena takut harimau mengamuk saat keluar kandang, Tajab dan anaknya membacok leher harimau hingga mati. Ketika hari telah terang, Tajab pun melaporkan peristiwa ini kepada penduduk kampung. Kejadian ini selanjutnya dilaporkan ke BKSDA Aceh Selatan.

Dengan disaksikan BKSDA, Polsek, Koramil dan Camat Pasie Raja, harimau kemudian dikuburkan tak jauh dari kandang ayam. BKSDA mengingatkan Tajab agar tidak membongkar kuburan hingga 6 bulan ke depan, karena dikawatirkan tulang belulangnya akan dicuri.

Akhir Mei 2009, harimau jantan dewasa ditemukan mati setelah diracun warga Desa Tinggi Kecamatan Kluet Utara, setelah makan daging yang diberi racun oleh H Tayeb.

Harimau itu dikubur di halaman rumah. Selang setengah bulan kemudian seorang penadah organ harimau mendatangi H Tayeb dan membayar uang Rp 8 juta untuk mendapatkan tulang belulang.

"Jika peristiwa ini tidak ditangani secara serius oleh aparat terkait meski sudah dilaporkan. Diduga tulang itu dibawa ke Medan untuk diperjualbelikan dengan harga yang mahal," kata Rini.BANDA ACEH, KOMPAS.com - Yayasan Leuser Internasional (YLI) menduga adanya jaringan perdagangan organ harimau di Provinsi Aceh menyusul sering terjadinya kasus kematian binatang langka ini.

"Konflik manusia dan harimau di Kabupaten Aceh Selatan yang berujung pada kematian merupakan salah satu awal mata rantai perdagangan organ bintang buas tersebut," kata juru bicara YLI, Chik Rini, Selasa (17/11).

Sepanjang tahun 2007-Agustus 2009, ditemukan 11 ekor harimau mati terbunuh di Aceh Selatan akibat dijerat, diracun dan ditembak dengan senjata api.

Dari 11 kasus kematian tersebut, hanya satu yang diketahui sebagai pelaku perdagangan organ tubuh harimau. Selain itu, harimau juga diburu secara khusus untuk diperdagangkan.

Menurut Chik Rini, lemahnya penegakan hukum menyebabkan pelaku leluasa melakukan transaksi dengan para pengumpul di Medan, Sumatra Utara.

Organ tubuh harimau yang sering diperdagangkan adalah tulang, kulit, taring, kuku dan kumis. Tulang, digunakan untuk pengobatan tradisional China, kulit untuk offset/pajangan di dalam rumah para oknum pejabat, pengusaha dan aparat penegak hukum.

Taring dan kuku sering digunakan untuk liontin. "Semua organ tubuh harimau diperdagangkan di pasar gelap dengan harga yang sangat mahal mencapai puluhan juta rupiah," katanya.

Ia menyatakan, kematian harimau akibat perburuan dan konflik telah menurunkan populasi binatang berwarna loreng itu di KEL.

Kasus kematian harimau di KEL meningkat mulai tahun 2000 dengan cara peracunan, pemasangan jerat, penangkapan melalui kandang perangkap dan perburuan dengan senjata api.

KEL merupakan benteng terakhir dimana harimau Sumatera bertahan hidup. Di provinsi lain, jumlah harimau semakin menurun seiring semakin berkurangnya luas hutan akibat dikonversi menjadi kawasan perkebunan.

Upaya perlindungan KEL sebagai habitat utama harimau Sumatera, akan melindungi spesies langka itu untuk beberapa waktu yang akan datang.

"YLI saat ini masih bekerja untuk menyelesaikan pendataan populasi dan penyebaran harimau di KEL bersama WCS dan Denver Zoo," kata Chik Rini.

Seekor harimau Sumatera berkelamin betina yang masih muda, Senin mati dibunuh Tajab (50), warga Desa Silolo, Kecamatan Pasie Raja, Kabupaten Aceh Selatan setelah makan ayam di kandangnya.

Karena takut harimau mengamuk saat keluar kandang, Tajab dan anaknya membacok leher harimau hingga mati. Ketika hari telah terang, Tajab pun melaporkan peristiwa ini kepada penduduk kampung. Kejadian ini selanjutnya dilaporkan ke BKSDA Aceh Selatan.

Dengan disaksikan BKSDA, Polsek, Koramil dan Camat Pasie Raja, harimau kemudian dikuburkan tak jauh dari kandang ayam. BKSDA mengingatkan Tajab agar tidak membongkar kuburan hingga 6 bulan ke depan, karena dikawatirkan tulang belulangnya akan dicuri.

Akhir Mei 2009, harimau jantan dewasa ditemukan mati setelah diracun warga Desa Tinggi Kecamatan Kluet Utara, setelah makan daging yang diberi racun oleh H Tayeb.

Harimau itu dikubur di halaman rumah. Selang setengah bulan kemudian seorang penadah organ harimau mendatangi H Tayeb dan membayar uang Rp 8 juta untuk mendapatkan tulang belulang.

"Jika peristiwa ini tidak ditangani secara serius oleh aparat terkait meski sudah dilaporkan. Diduga tulang itu dibawa ke Medan untuk diperjualbelikan dengan harga yang mahal," kata Rini. (kompas.com)

jaringan sekretori

Jaringan Sekretori
Jaringan Sekretori adalah jaringan tumbuhan yang terdiri dari satu sel atau lebih yang berfungsi sebagai tempat pengeluaran senyawa-senyawa (Sekret) dari dalam tumbuhan, seperti lendir, getah minyak dan lemak.
Senyawa yang dihasilkan oleh Jaringan Sekretori adalah :
1. Senyawa Rekresi
Adalah Senyawa yang belum masuk metabolisme tubuh.
Diantaranya dihasilkan oleh:
1. Kelenjar Hidatoda
Terdiri dari banyak sel, mengeluarkan air lewat mesofil daun, trakeid permeabel terhadap air, ruang antar sel dan parenkim tidak berkloroplas, selnya tipis memiliki parenkim khusus yang disebut parenkim epitem.
1. Kelenjar garam
Berfungsi mengurangi kadar garam dalam tubuh tumbuhan terdiri dari satu sel dan beberapa sel yang besar pada sel basal yang mengalami penebalan dinding contohnya pada pita kaspari dan sel kecil pada terminal yang berupa pori-pori.
1. Senyawa Sekresi
Senyawa yang masih digunakan tubuh.
Diantaranya dihasilkan oleh:
1. Sel kelenjar
Bersifat idioblas dan tunggal, memiliki cairan sel yang berbeda dengan sel sekelilingnya.
1. Ruang kelenjar
Dapat berupa sizogen/beraturan, lisigen/larut,tidak teratur pada kulit jeruk, sizolisigen dan reksigen.
1. Saluran getah
Memanjang, rapi, berderet, sepanjang saluran dikeluarkan getah,fusi dari sederet sel, terdiri dari satu sel getah, tunggal atau beberapa sel berupa bulu getah majemuk yang membentuk artikulasi, bergabung, berbuku-buku terdapat proses anastomosis.
1. Senyawa Ekskresi
Senyawa sisa hasil metabolisme.
Diantaranya dihasilkan oleh:
1. Rambut kelenjar
Bentuknya trikom, penghasil getah, berfungsi sebagai insectivor pada Nepenthes sp.Karena menghasilkan enzim proteolitik yang dapat memecah protein pada serangga.
1. Osmofora
Terdapat pada sekitar bunga, penghasil gas/uap/minyak atsiri, bentuknya berupa sisir, sirip dan sikat.

DAMPAK GLOBAL WARMING PADA HEWAN

Apa dampak global warming terhadap kesejahteraan dan kesehatan hewan? Ilmuwan telah meyakini bahwa suhu bumi yang semakin tinggi akan mempercepat hilangnya spesies-spesies hewan dari muka bumi.

Global warming pada skala global dan regional diprediksi akan merubah distribusi spesies, sejarah hidup spesies, komposisi komunitas, dan juga fungsi ekosistem.
Selain itu, merebaknya penyakit infeksius pada beberapa hewan domestik maupun hewan liar yang disebabkan oleh global warming telah menjadi bukti bahwa ancaman global warming terhadap kesehatan hewan benar-benar sudah ada di depan mata.

Bukti pertama.
Merebaknya penyakit Bluetongue di dataran Eropa antara tahun 1998-2005. Penyakit ini telah membunuh lebih dari 1.5 juta ekor domba dan menyebabkan periode ini sebagai periode wabah bluetongue terlama dan terbesar dalam sejarah Eropa.
Lima serotipe virus bluetongue diketahui telah menginvasi Eropa pada periode ini. Kasus wabah bluetongue ini terjadi di beberapa negara atau wilayah yang sebelumnya dilaporkan sama sekali tidak pernah terdapat kasus Culicoides-borne arboviral disease, seperti Turki, dataran Yunani, Bulgaria, beberapa negara Balkan, dataran Italia, Sicily dan Sardinia, Corsica, kepulauan Balearic, dan Tunisia. Kejadian ini sekarang dihubungkan dengan kejadian pemanasan global di wilayah Eropa.
Dari hasil penelitian yang dilakukan, terindikasi bahwa penyebaran dramatis dari vektor Culicoides imicola ke wilayah yang tidak pernah mengalami infeksi bluetongue sebelumnya atau transimisi virus bluetongue oleh vektor baru, C. obsoletus dan C. pulicaris, hanya terjadi di area-area yang secara nyata mengalami pemanasan suhu. Hal ini menunjukkan bahwa adanya hubungan langsung antara kemunculan bluetongue di Eropa dengan global warming.
Bukti kedua.
Adanya keterlibatan global warming terhadap punahnya 67% dari sekitar 110 spesies katak Atelopus sp. dari pegunungan Costa Rica akibat infeksi fungi patogen Batrachochytrium dendrobatidis sekitar 20 tahun lalu.
Atelopus sp merupakan spesies katak endemis di wilayah tropis benua Amerika. Analisa hubungan periode kepunahan terhadap perubahan level permukaan laut dan suhu udara menunjukkan bahwa pemanasan global telah menyebabkan suhu lingkungan pada sebagian besar pegunungan-pegunungan di wilayah Amerika Selatan dan Tengah bergerak mendekati suhu optimum pertumbuhan fungi pathogen B. dendrobatidis sehingga menyebabkan wabah dan mengakibatkan punahnya sebagian spesies Atelopus sp.

Dua kasus di atas telah memperlihatkan bahwa dampak negatif global warming terhadap kejadian penyakit pada hewan adalah nyata. Tidak hanya itu, peristiwa El Nino-Southern Oscillation, salah satu fenomena alam yang juga dipengaruhi oleh global warming, diketahui juga berpengaruh pada patogen yang hidup di laut yang menyebabkan penyakit pada oyster dan coral.
Walaupun sampai saat ini bukti keterlibatan global warming terhadap wabah penyakit menular pada hewan domestik baru ditunjukkan oleh munculnya wabah bluetongue di dataran Eropa yang telah disebutkan di atas, kita harus tetap waspada terhadap kemunculan-kemunculan wabah penyakit lainnya jika tidak ada usaha-usaha untuk memperlambat laju global warming.
Banyak penyakit penting hewan domestik yang baik kemunculannya atau pun siklus hidup agen penyebabnya secara langsung maupun tidak langsung dipengaruhi oleh faktor-faktor cuaca, seperti suhu dan kelembaban udara.
Misalnya :Anthrax. Suhu, kelembaban udara, dan kelembaban tanah mempengaruhi keberhasilan germinasi dari spora Bacillus anthracis. Wabah biasanya berhubungan dengan perubahan musim hujan dan kemarau, serta suhu lingkungan yang tinggi.
Haemorrhagic septicaemia (pasteurellosis). Agen penyebab, Pasteurella multocida, dapat bertahan hidup di luar tubuh inang pada lingkungan yang lembab dan kejadian penyakit biasanya terjadi pada musim hujan.
Haemonchosis. Kemampuan hidup telur dan larva dari Haemonchus contortus, sampai mereka termakan oleh inang, bergantung pada suhu dan kelembaban. Pada kondisi lingkungan yang hangat dan kelembaban yang moderat, larva dapat hidup berminggu-minggu sampai berbulan-bulan.
Masih banyak lagi penyakit-penyakit pada hewan domestik dan hewan liar yang kemunculannya atau pun siklus hidup vektor dan agen penyebabnya dipengaruhi oleh faktor suhu dan kelembaban lingkungan.
Sehingga, perubahan cuaca akibat global warming dapat mempengaruhi waktu kemunculan wabah ataupun intensitas wabah dari penyakit-penyakit tersebut.
(sumber: vetopia.wordpress)

SEX DETERMINATION

SEX DETERMINATION

Penentuan Jenis Kelamin

Ditentukan oleh suatu seri perubahan pertumbuhan/perkembangan yang kompleks, yang dikontrol secara:
- genetik
- hormonal/lingkungan
CHROMOSOMAL SEX-DETERMINING MECHANISMS
XY (Drosophila ; manusia )
ZW (burung, beberapa jenis ikan, ngengat)
ZO (ayam)
XO (belalang, kumbang)
Compound chromosome (beberapa jenis kumbang)

XY (Drosophila melanogaster)
Female: homomorphic (XX)
Male: heteromorphic (XY)
Theory of Sex Determination by Genic Balance
INDEKS KELAMIN
(X:A ratio)
1 betina
0,5 jantan
> 1 betina super (metafemales)
<>
<> 0,5 interseks

Nondisjunction pada kromosom kelamin
Drosophila
Bridges’s Genic Balance Theory:
jenis kelamin ditentukan oleh indeks kelamin
faktor penentu jenis kelamin betina terdapat pada kromosom-X, sedangkan faktor penentu jenis kelamin jantan terdapat pada autosom
indeks kelamin >1,00 atau <0,50>
indeks kelamin <1,00>0,50 menghasilkan lalat interseks
XY (pada manusia)
Female: homomorphic (XX)
Male: heteromorphic (XY)
LYON HYPOTHESIS
Testis Determining Factor (TDF)
Ovary Determining (Od)
Nondisjunction pada kromosom kelamin manusia
Karyotype
penderita Sindroma Turner
Karyotype
penderita Sindroma Klinefelter
Karyotype
Triple-X female
Nondisjunction
pada autosom manusia
Peranan kromosom X dan Y pada manusia
Kromosom X pada manusia membawa gen-gen yang menentukan sifat perempuan.
Kromosom Y merupakan kromosom yang memiliki gen-gen untuk sifat laki-laki.
Berapa pun banyaknya kromosom X dimiliki seseorang, apabila ada kromosom Y maka individu tersebut adalah laki-laki.
ZW
Burung, beberapa jenis ikan dan ngengat

Betina : heterogametik (ZW)
Jantan : homogametik (ZZ)

ZO
Unggas (ayam, itik)

Betina : heterogametik (ZO)
Jantan : homogametik (ZZ)
XO
XY (pada tanaman)
Tipe Ploidi
Lebah madu
Sel telur (n) yang dibuahi spermatozoa akan menjadi lebah betina (2n)
Sel telur (n) yang mengalami partenogenesis akan menjadi lebah jantan (n)
SEX LINKAGE (Rangkai Kelamin)
Suatu keadaan dimana suatu lokus gen ditemukan
hanya pada kromosom X atau kromosom Y

Gen resesif terangkai-X
pada Drosophila melanogaster
Kelainan anodontia pada manusia yang disebabkan oleh gen resesif terangkai-X
P: F XBXB X M XbY
(Hitam) (Kuning)

Gamet: XB Xb
Y

F1 F XBXb = calico, tortoiseshell
M XBY = hitam

Ayam Polos Ayam Blorok
(F1 x F1)

F2 F XBW = blorok
XbW = polos
M ZBZB = blorok
ZBZb = blorok

Ekspresi Gen
Yang Dibatasi Oleh Seks

Bentuk ekor ayam
Ekspresi Gen Yang Dipengaruhi Oleh Seks
Kepala botak