ditulis oleh: Ikhsan W Nuhgraha
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Indonesia dikenal dunia memiliki sumber daya alam (SDA) yang melimpah, terutama minyak bumi dan gas alam. Hal ini yang menjadikan Indonesia memanfaatkan sumber daya alam tersebut dalam jumlah yang besar untuk kesejahteraan masyarakatnya. Indonesia termasuk negara penyumbang minyak terbesar di dunia oleh karena itu hal ini dikhawatirkan berdampak kepada sumber daya alam tersebut, dimana kita ketahui SDA minyak bumi dan gas alam adalah sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui dan lama-kelamaan akan habis di gali. Kemungkinan Indonesia kehilangan SDA tersebut sangat besar, sehingga menyebabkan kelangkaan bahan bakar yang sekarang ini saja sudah terasa dampaknya, dengan kelangkaan minyak tanah, dan harga minyak dunia yang semakin tinggi.
Permasalahan di atas menjadikan kita harus berpikir bagaimana caranya untuk mengganti SDA tersebut dengan sumber daya energi yang murah dan tepat guna? Sebagai jawaban dari permasalahan tersebut adalah bioenergi. Bioenergi sendiri merupakan sumber daya alternatif yang dapat digunakan berulang-ulang, untuk mengganti sumber daya fosil yang banyak digunakan di Indonesia saat ini.
Oleh karena itu pemerintah Indonesia mencari solusi bagaimana mensosialisasikan usaha bioenergi yang dapat dimanfaatkan masyarakat luas kepada para wirausahaan, dan dapat membuka lapangan pekerjaan, bagi kesejahteraan hidup?, dan dapat menemukan bioenergi alternatif
Bioenergi ini sangat cocok diterapkan kepada masyarakat pedesaan yang umumnya masih menggunakan BBM fosil sebagai bahan bakar “pengepul dapur” mereka, dengan dilakukannya pengadaan bioenergi di pedasaan diharapkan dapat mengurangi penggunaan BBM fosil yang sekarang mulai langka, dan harganya yang terus melonjak.
1.2 Tujuan
Menemukan bentuk bioenergi yang tepat, sebagai pengganti bahan bakar minyak, dan ramah lingkungan.
Menemukan bioenergi yang dapat dikelola oleh masyarakat tingkat dasar (ground level), khususnya pedesaan.
1.3 Rumusan Masalah
Memecahakan masalah pemerintah dalam mencari energi alternatif pengganti bahan bakar fosil yang ramah lingkungan, yang dapat dikelola kalangan masyarakat tingkat dasar (ground level), agar dapat terlepas dari ketergantungan bahan bakar fosil yang lama-kelamaan akan habis.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Pemanasan global (global warming) telah menjadi masalah yang sangat mengancam bagi kehidupan manusia di muka bumi yang salah satunya disebabkan emisi gas efek rumah kaca akibat pemakaian bahan bakar fosil seperti minyak bumi, batu bara dan gas alam yang juga merupakan sumber daya yang terbatas. Oleh karena itu, telah menyebabkan tuntutan ke pencarian sumber energi yang lebih ramah lingkungan dan bersifat dapat diperbaharui (renewable energy).
Menurut Departemen energi dan sumber daya mineral menyebutkan bahwa cadangan minyak bumi Indonesia hanya cukup untuk 18 tahun ke depan, sementara cadangan gas bumi masih mencukupi untuk 61 tahun ke depan, sedangkan cadangan batubara habis dalam jangka waktu 147 tahun lagi. Beranjak dari asumsi di atas banyak kalangan yang memastikan bahwa Indonesia akan mengalami krisis energi apabila tidak ditemukannya sumber energi alternatif.
Apabila kita lihat, kebutuhan BBM dari tahun ke tahun semakin meningkat, sementara cadangan minyak kita semakin menipis. Menurut Hikman Manaf (Staf ahli Mentri ESDM) cadangan minyak bumi Indonesia saat ini diperkirakan sekitar 9 miliar barel dengan tingkat produksi mencapai 500 juta barel per tahun. Jika tidak ditemukan cadangan baru, maka minyak bumi akan habis 18 tahun lagi (Atmojo, 2005).
Krisis energi ini akan berdampak buruk bagi kelangsungan hidup rakyat Indonesia, yang kita ketahui bahwa warga Indonesia bergantung hidup dengan menggunakan sumber daya alam tersebut, terutama di daerah pedesaan, selain harga minyak tanah yang terus meningkat, yang membuat para warga desa yang membutuhkannya akan mengalami kesulitan untuk mendapatkan minyak, karena kemampuan daya beli mereka yang termasuk dalam ekonomi kelas bawah.
Untuk mengatasi masalah BBM dengan semakin menipisnya cadangan minyak nasional tersebut, perlu dilakukan langlah-langkah upaya-upaya diversifikasi energi. Khususnya, upaya untuk memproduksikan jenis energi terbarukan (renewable) yang berasal dari tumbuh-tumbuhan, seperti bioetanol dan biodiesel. Jenis energi ini diketahui sangat ramah lingkungan dan sekaligus akan dapat menciptakan lapangan kerja di pedesaan dalam jumlah yang besar karena bahan bakunya dapat berasal dari singkong, tebu, jagung, kelapa, biji jarak, kelapa sawit, bunga matahari, dan sebagainya. Kedua jenis bioenergi ini tepat dikembangkan karena disamping mampu menggerakan sektor agribisnis, juga mampu mempekerjakan petani di pedesaan (Atmojo, 2005).
Selain dari bahan bakar minyak yang mulai langka, warga pedesaan memiliki alternatif lain sebagai pengganti bahan bakar rumah tangga mereka adalah kayu bakar yang notabenenya diambil dari hutan yang ada di sekitar mereka, walaupun kayu bakar yang mereka ambil banyak yang berasal dari pohon-pohon yang telah mati tapi tidak jarang mereka juga mengambil dari pohon-pohon yang masih dalam kategori pohon yang mampu berproduksi. Hal ini lama-kelamaan dapat menyebabkan terjadinya degradasi vegetasi jenis tertentu dalam hutan, dan jika mereka mengambil kayu dari pohon-pohon yang telah mati, itu juga menyebabkan hilangnya tempat tinggal bagi beberapa jenis serangga yang memanfaatkan pohon mati sebagai sarangnya dan ini dapat mengganggu populasi beberapa serangga untuk bertahan hidup di alam bebas.
Sumber energi alternatif yang sangat menguntungkan bagi kita adalah sumber energi yang dapat diperbaharui (renewable energy) yang bukan berasal dari fosil, karena dapat digunakan secara berulang-ulang dan dapat di produksi dalam skala rumah tangga maupun industri, jadi dapat membantu kalangan masyarakat tingkat dasar (ground level), dalam mensejahterakan kehidupan mereka.
Pemanfaatan Bioenergi
Bioenergi adalah bahan bakar alternatif terbarukan yang prosfektif untuk dikembangkan, tidak hanya karena harga minyak bumi dunia yang semakin melonjak naik seperti sekarang ini, tetapi juga karena terbatasnya produksi minyak bumi Indonesia. Terlebih lagi dengan kondisi perenergian Indonesia saat ini, sehingga pengembangan bioenergi semakin mendesak untuk segera dilaksanakan. Ketersediaan energi fosil yang diramalkan tidak akan berlangsung lama lagi memerlukan solusi yang tepat, yakni dengan mencari sumber energi alternatif. Sekarang ini tersedia beberapa jenis energi pengganti minyak bumi yang ditawarkan, antara lain tenaga baterai (fuel cells), panas bumi (geo-thermal), tenaga laut (ocean power), tenaga matahari (solar power), tenaga angin (wind power), batu bara, nuklir, gas, fusi, dan biofuel. Diantara jenis-jenis energi alteranatif tersebut, bioenergi dirasa cocok untuk mengatasi masalah energi karena beberapa kelebihannya (Hambali, 2007).
Kelebihan bioenergi, selain bisa diperbaharui, adalah bersifat ramah lingkungan, dapat terurai, mampu mengeliminasi efek rumah kaca, dan kontinuitas bahan bakunya terjamin. Bioenergi dapat diperoleh dengan cara yang cukup sederhana, yaitu melalui budidaya tanaman penghasil biofuel dan memelihara ternak (Hambali, 2007).
Salah satu energi yang dapat diperbaharui (renewable energy) adalah penggunaan kembali minyak jelantah sebagai bahan biodiesel, yang dapat mendampingi solar, bahkan dapat mengganti solar sebagai bahan bakar mesin diesel yang banyak digunakan dalam proses kehidupan sehari-hari dan industri, maka dapat mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dan hasil pembakaran dari biodiesel lebih baik dibandingkan hasil pembakaran dari solar, sehingga lebih ramah lingkungan.
Biodiesel
Biodiesel adalah bioenergi atau bahan bakar nabati yang dibuat dari minyak nabati, baik minyak baru maupun bekas penggorengan dan melalui proses transesterifikasi, esterifikasi, atau proses esterifikasi-transesterifikasi. Biodiesel sebagi bahan bakar alternatif pengganti BBM untuk motor diesel. Biodiesel dapat diaplikasikan baik dalam bentuk 100% (B100) atau campuran dengan minyak solar pada tingkat konsentrasi tertentu (BXX), seperti 10% biodiesel dicampur dengan 90% solar yang dikenal dengan nama B10 (Hambali, 2007).
Minyak Jelantah Sebagai Biodiesel
Minyak jelantah adalah minyak limbah yang bisa berasal dari jenis-jenis minyak goreng seperti halnya minyak jagung, minyak sayur, minyak samin dan sebagainya, minyak ini merupakan minyak bekas pemakaian kebutuhan rumah tangga umumnya, dapat di gunakan kembali untuk keperluaran kuliner akan tetapi bila ditinjau dari komposisi kimianya, minyak jelantah mengandung senyawa-senyawa yang bersifat karsinogenik, yang terjadi selama proses penggorengan. Jadi jelas bahwa pemakaian minyak jelantah yang berkelanjutan dapat merusak kesehatan manusia, menimbulkan penyakit kanker, dan akibat selanjutnya dapat mengurangi kecerdasan generasi berikutnya. Untuk itu perlu penanganan yang tepat agar limbah minyak jelantah ini dapat bermanfaat dan tidak menimbulkan kerugian dari aspek kesehatan manusia dan lingkungan, kegunaan lain dari minyak jelantah adalah bahan bakar biodiesel (Anonim, 2010).
Minyak jelantah juga dapat digunakan kembali sebagai minyak goreng yang bersih tanpa kotoran, dengan cara minyak jelantah tersebut direndam bersama dengan ampas tebu, maka nantinya warna coklat dan kotoran pada minyak jelantah akan terserap oleh ampas tebu tersebut, sehingga minyak jelantah tersebut akan kembali bersih dan dapat dipakai kembali (Ridhotulloh, 2008).
Analisis Laboratorium Sifat - sifat Biodiesel dari
Minyak Jelantah
Sifat fisik Unit Hasil ASTM Standar (Solar)
Flash point C 170 Min.100
Viskositas (40C) cSt. 4,9 1,9-6,5
Bilangan setana - 57 Min.40
Cloud point C 3,3 -
Sulfur content % m/m << 0.01 0.05 max
Calorific value kJ/kg 38.542 45.343
Density (15°C) Kg/l 0,93 0,84
Gliserin bebas Wt.% 0,00 Maks.0,02
Sumber: www.migasindonesia.com
Bahan bakar yang berbentuk cair ini bersifat menyerupai solar, sehingga sangat prosfektif untuk dikembangakan. Apalagi biodiesel memiliki kelebihan lain dibanding dengan solar, yakni:
Bahan bakar ramah lingkungan karena menghasilkan emisi yang jauh lebih baik (free sulphur, smoke number rendah) sesuai dengan isu-isu global.
Cetane number lebih tinggi (>57) sehingga efisiensi pembakaran lebih baik dibandingkan dengan minyak kasar.
Memiliki sifat pelumasan terhadap piston mesin dan dapat terurai (biodegradable).
Merupakan renewable energy karena terbuat dari bahan alam yang dapat diperbaharui.
Meningkatkan independensi suplai bahan bakar karena dapat diproduksi secara lokal (Hambali, 2007).
Saat membandingkan biodiesel dengan solar, hal yang perlu diperhatikan juga adalah pada tingkat emisi bahan bakar. Biodiesel menghasilkan tingkat emisi hidrokarbon yang lebih kecil, sekitar 30% dibanding dengan solar, Emisi CO juga lebih rendah, -sekitar 18%-, emisi particulate molecul lebih rendah 17%, sedang untuk emisi NOx lebih tinggi sekitar 10%, sehingga secara keseluruhan, tingkat emisi biodiesel lebih rendah dibandingkan dengan solar, sehingga lebih ramah lingkungan (Firdaus, 2010).
Berdasarkan uji laboratorium, campuran efektif biodiesel 5-30% per liter solar selain berkarakter pelumas sehingga aman untuk mesin, sistem pembakaran pun menjadi lebih sempurna. Untuk mengurangi polusi secara signifikan, penggunaan biodiesel bisa dicampur solar dengan rasio 5-10%. Biodiesel dari jelantah tidak mengandung belerang (sulfur) dan benzene yang bersifat karsinogen, serta dapat diuraikan secara alami (Ridhotulloh, 2008).
Minyak jelantah ini sangat mudah di temukan, misalnya di pedagang kaki lima, sisa penggunaan dapur rumah tangga, dan dari restoran, serta harga beli dari minyak jelantah ini cukup murah dalam jumlah yang besar, per liternya dijual sekitar Rp. 1700- Rp. 2000, ada juga beberapa restoran yang memberikan minyak jelantahnya secara gratis, atau dapat juga di beli dari para pemgumpul minyak jelantah yang ada, dan harga jual biodiesel jelantah ke Pertamina Rp 7000/liter (Wawicaksono, 2007).
Skema transesterifikasi biodiesel
+
Adapun secara teknis tahapan dan langkah-langkah produksi (resep) pembuatan biodiesel minyak jelantah adalah sebagai berikut :
Langkah-langkah yang harus dilakukan :
1. Bahan pelarut (metoxida) dibuat dengan mencampurkan 900 ml methanol dan 21 gram NaOH hingga larut selama 15 menit
2. Campurkan metoxida ke dalam ember berisi 3 liter minyak jelantah dan aduk memakai sendok plastik selama 30 menit atau campuran sudah rata.
3. Biarkan 4-12 jam sampai terjadi pengendapan
4. Pengendapan ditandai dengan dua lapisan berbeda warna dengan lapisan gelap berada di bawah yang disebut crude gliserin, sedangkan lapisan atas berwarna bening, crude BD
5. Pisahkan crude biodiesel dari crude gliserin lalu masukkan ke ember untuk dicuci dengan cara mencampurkan air bersih sebanyak dua liter.
6. Pompakan udara melalui pompa udara akuarium dan biarkan beberapa saat sehingga muncul warna putih susu
7. Pisahkan crude biodiesel yang berwarna kuning dengan air warna putih melalui selang
8. Biodiesel yang telah bening dimasukkan ke panci lalu panaskan hingga 100 derajat beberapa menit agar air dan sisa methanol menguap.
9. Biodiesel yang telah dipanaskan dan didinginkan dapat langsung dipergunakan untuk mobil maupun mesin diesel industri.
Biodiesel minyak jelantah ini telah digunakan di bogor oleh angkutan umum trans pakuan, biodiesel minyak jelantah ini hasil dari uji coba yang dilakukan oleh Dr. Erliza Hambali beserta rekannya dalam organisasi Surfactant & Bioenergy Research Center (SRBC), dan masih kurang sosialiasai kepada masyarakat luas tentang ini, jadi perlu peran pihak ketiga sebagai sarana untuk mensosialisaikan biodiesel ini, agar pemakaian BBM fosil dapat diatasi, dan menjaga ketersedian SDA di Indonesia.
BAB III
PEMBAHASAN HASIL STUDI
Dalam kasus ini ancaman Indonesia kehilangan SDA terutama BBM fosil sangat besar, mengingat terus meningkatnya kebutuhan BBM dari tahun ketahun, dan semakin menipisnya cadangan minyak bumi di Indonesia, maka perlu diadakannya pengalihan sumber energi kepada sumber energi yang dapat diperbaharui (renewable energy), salah satunya dengan menggunakan biodiesel.
Dari penelusuran literatur yang telah dilakukan didapatkan bahwa bioenergi yang baik dijadikan sebagai energi yang dapat diperbaharui (renewable energi) adalah minyak jelantah, mengapa minyak jelantah?. Alasan kami memilih minyak jelantah sebagai sumber bioenergi yang dapat diperbaharui karena minyak jelantah merupakan bahan bakar alternatif yang murah meriah dan ramah lingkungan, minyak jelantah disini akan kami jadikan biodiesel sebagai pengganti solar, karena kita ketahui bahwa solar adalah salah satu produk dari hasil pengolahan bahan bakar fosil, oleh karena itu minyak jelantah dapat dijadikan alternatif penggantinya, minyak jelantah itu sendiri berasal dari minyak goreng yang berasal dari tumbuhan, sehingga dapat diperbaharui dengan cara melakukan reboisasi terhadap tumbuhan tersebut dengan demikian akan terjaga kelestariaanya.
Energi alternatif yang bersal dari minyak jelantah ini, cocok sekali digunakan sebagai pengganti bahan bakar minyak, dan murah harganya, sehingga bisa membantu masyarakat pedesaan yang mengalami kesulitan ekonomi dalam mendapatkan bahan bakar minyak.
Minyak jelantah (biodiesel) ini jika dibandingkan dengan solar memiliki perbedaan antara lain:
1. Biodiesel memiliki bilangan kualitas pembakaran yang lebih tinggi daripada solar yang ada di pasaran.
2. Biodiesel adalah bahan bakar beroksigen. Karenanya, penggunaannya akan mengurangi emisi CO dan jelaga hitam pada gas buang atau lebih ramah lingkungan.
3. Titik kilat tinggi, yakni temperatur tertinggi yang dapat menyebabkan uap biodiesel dapat menyala. Sehingga, biodiesel lebih aman dari bahaya kebakaran.
4. Tidak mengandung belerang dan benzena yang mempunyai sifat karsinogen, serta dapat diuraikan secara alami. Sehingga ramah lingkungan.
5. Dilihat dari segi pelumasan mesin, biodiesel lebih baik daripada solar sehingga pemakaian biodiesel dapat memperpanjang umur pakai mesin.
6. Dapat dengan mudah dicampur dengan solar biasa dalam berbagai komposisi dan tidak memerlukan modifikasi mesin apapun.
Karena mudah dan murahnya biaya proses pembuatan biodiesel ini, maka dapat dilakukan sosialisasi pembuatan biodiesel kepada semua kalangan masyarakat tanpa terkecuali, sehingga dapat menciptakan sumber daya baru, dan dapat pula dilakukan oleh kalangan wirausahawan sebagai salah satu proyek mereka, yang memiliki prospek yang cerah kedepannya untuk menghadapi krisis global, terutama krisis bahan bakar yang sedang melanda dunia dan dapat juga menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat tingkat dasar.
Faktor-faktor yang mempengaruhi usaha pengolahan biodiesel ini berjalan baik adalah sebagai berikut:
1. Tersedianya minyak jelantah yang begitu melimpah dari sisa hasil rumah tangga, dan tempat makan.
2. Murahnya harga beli minyak jelantah, dari para penadah, sehingga memungkinkan untuk kalangan bawah (ground level) untuk menjalankan usaha ini.
3. Mudah didapatnya bahan-bahan pendukung pengolahan, dan hanya memerlukan peralatan yang sederhana.
4. Harga jual yang menguntungkan, sehingga dapat meningkatkan hasil produksi, dan pendapatan pengelola.
5. Dalam skala besar dapat meningkatkan devisa negara, jika dijual kepasaran internasional.
6. Hasil olahan dan hasil pembakaran dari biodiesel ini ramah lingkungan, sehingga mengurangi dampak pemanasan global (global warming).
Program pengolahan biodiesel minyak jelantah ini diharapkan mendapatkan perhatian lebih serius dari pemerintah, agar usaha ini juga dapat membantu meringankan beban negara untuk mengatasi permasalahn krisis minyak di dunia, sebagai salah satu bioenergi yang dapat diperbaharu diharapkan adanya kerjasama dari perusahaan energi yang ada di Indonesia, misalkan PT. Pertamina yang notabenenya adalah sebagai perusahaan energi terbesar di Indonesia. Diharapkan dengan adanya kerjasama dari pihak yang terkait dapat menciptakan suatu peluang bisnis yang saling menguntungkan, baik untuk negara maupun kesejahteraan rakyat Indonesia, dan menghasilkan produk BBM yang ramah lingkungan, dan murah harganya.
Peluang bisnis biodiesel ini juga sangat prosfektif digalakan di Indonesia terutama pada masyarakat kalangan bawah (ground level), jadi dapat mengurangi angka pengangguran, dan jika mereka dapat mengelola dengan baik maka kemungkinan mereka untuk mendapatakan pengahsilan dari hasil produksi biodiesel ini dapat mensejahterakan hidup mereka, dan bagi Indonesia sendiri adalah menurunnya angka kemiskinan.
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Dari hasil penelusuran beberapa literatur dan pembahasan yang kami lakukan, dapat ditarik kesimpulan bahwa:
Bioenergi yang baik sebagai pengganti bahan bakar minyak (BBM) fosil, adalah minyak jelantah yang dapat dijadikan biodiesel sebagai pengganti solar dalam kehidupan sehari-hari maupun industri dan biodiesel minyak jelantah ini juga ramah lingkungan karena hasil emisi yang dikeluarkan jauh lebih rendah daripada solar.
Dengan pengembangan usaha pembuatan biodiesel minyak jelantah ini akan memunculkan wirausahawan yang berkompeten di dalam pelestarian lingkungan hidup dan membuka lapangan pekerjaan, sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia dan juga dapat mengurangi limbah cair dari minyak jelantah karena didaur ulang menjadi bahan yang berguna bagi kelangsungan hidup.
Usaha pengolahan biodiesel ini mudah dan murah sehingga semua kalangan masyarakat dapat menekuninya, mulai dari kalangan bawah (ground level) hingga menengah keatas.
4.2 Saran
Dalam sosisalisasi pengolahan minyak jelantah menjadi biodiesel, ada baiknya ada pilot biodiesel yang dapat memantau perkembangan usaha yang dilakuakan di daerah yang telah disosialisasi tentang sumber daya ini.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2010. Minyak Jelantah. www. id.wikipedia.org. Diakses tanggal 5 Oktober 2010: Samarinda.
Atmojo, S. W. 2005. Bioenergi, BBM Alternatif Ramah Lingkungan. Artikel Solo Pos
Firdaus, I.U. 2010. Usulan Teknis Pembuatan Biodiesel Dari Minyak Jelantah. PT. Nawapanca Engineering: Bandung.
Hambali, E, dkk. 2005. Teknologi Bioenergi. Agro Media: Jakarta.
Kelompok Ilmiah Pelajar. 2009. Cara Membuat Biodiesel Dari Minyak Jelantah. Bandung.
Ridhotulloh, D. M. 2008. Jangan Buang Minyak Jelantah. www.inilah.com. Diakses tanggal 5 Oktober 2010: Samarinda.
Wawicaksono. 2007. Bahan Bakar Minyak Jelantah, Kabar Gembira Buat Lingkungan Hidup. www.beritahabitat.net. Diakses tanggal 5 Oktober 2010: Samarinda.
Rabu, 27 Oktober 2010
Jumat, 12 Februari 2010
Selasa, 29 Desember 2009
Taksonomi Tumbuhan Rendah
Taksonomi Tumbuhan Rendah
Tatanama Tumbuhan
1. Unsur utama yang menjadi ruang lingkup Taksonomi Tumbuhan adalah pengenalan (identifikasi), pemberian nama dan penggolongan atau klasifikasi.
2. Peraturan tentang pemberian nama ilmiah perlu diciptakan agar ada kesamaan pemahaman di antara ahli-ahli Botani di seluruh dunia tentang apa yang dimaksud.
3. Nama ilmiah adalah nama-nama dalam bahasa Latin atau bahasa yang diperlakukan sebagai bahasa Latin tanpa memperhatikan dari bahasa mana asalnya.
4. Setiap individu tumbuhan termasuk dalam sejumlah taksa yang jenjang tingkatnya berurutan.
5. Tingkat jenis (species) merupakan dasar dari seluruh takson yang ada.
6. Nama-nama takson di atas tingkat suku (familia) diambil dari ciri khas yang berlaku untuk semua warga dengan akhiran yang berbeda menurut tingkatnya.
7. Nama suku (familia) merupakan satu kata sifat yang diperlakukan sebagai kata benda berbentuk jamak. Nama tersebut diambil dari nama salah satu marga yang termasuk dalam suku tadi ditambah dengan akhiran -aceae.
8. Nama marga merupakan kata benda berbentuk mufrad atau suatu kata yang diperlakukan demikian. Kata ini dapat diambil dari sumber mana pun, dan dapat disusun dalam cara sembarang.
9. Nama ilmiah untuk jenis harus bersifat ganda, artinya terdiri atas dua suku kata yang berbentuk mufrad yang diperlakukan sebagai bahasa Latin.
10. Nama takson tingkat suku ke bawah diikuti nama orang yang memberikan nama ilmiah dalam bentuk singkatan.
Klasifikasi
1. Klasifikasi tumbuhan adalah pembentukan kelompok-kelompok dari seluruh tumbuhan yang ada di bumi ini hingga dapat disusun takson-takson secara teratur mengikuti suatu hierarki.
2. Sifat-sifat yang dijadikan dasar dalam mengadakan klasifikasi berbeda-beda tergantung orang yang mengadakan klasifikasi dan tujuan yang ingin dicapai dengan pengklasifikasian itu.
3. Takson yang terdapat pada tingkat takson (kategori) yang lebih rendah mempunyai kesamaan sifat lebih banyak daripada takson yang terdapat pada tingkat takson (kategori) di atasnya.
4. Perbedaan antara istilah takson dengan kategori yaitu istilah takson yang ditekankan adalah pengertian unit atau kelompok yang mana pun, sedangkan istilah kategori yang ditekankan adalah tingkat atau kedudukan golongan dalam suatu hierarki tertentu.
5. Dalam taksonomi tumbuhan istilah yang digunakan untuk menyebutkan suatu nama takson sekaligus menunjukkan pula tingkat takson (kategori).
6. Ada tiga sistem klasifikasi dalam taksonomi tumbuhan yaitu sistem klasifikasi buatan, sistem klasifikasi alam, dan sistem klasifikasi filogenetik.
7. Berdasarkan sejarah perkembangannya ketiga sistem klasifikasi tersebut dibagi menjadi empat periode yaitu periode sistem habitus, periode sistem numerik, periode sistem alam, dan periode sistem filogenetik.
8. Sistem klasifikasi yang tinjauannya didasarkan modifikasi dari sistem yang telah ada dengan penambahan data yang baru, disebut sistem kontemporer.
9. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi akan berpengaruh pula terhadap perkembangan ilmu taksonomi tumbuhan.
10. Perubahan klasifikasi organisme hidup yang semula dua dunia kemudian menjadi empat dunia, atau dari empat dunia menjadi lima dunia, telah mengakibatkan sekelompok atau sebagian kelompok organisme yang semula termasuk dalam dunia tumbuhan dipindahkan ke dalam dunia (regnum) baru atau regnum yang lain.
Identifikasi
1. Identifikasi tumbuhan adalah menentukan namanya yang benar dan tempatnya yang tepat dalam sistem klasifikasi.
2. Tumbuhan yang akan diidentifikasikan mungkin belum dikenal oleh dunia ilmu pengetahuan (belum ada nama ilmiahnya), atau mungkin sudah dikenal oleh dunia ilmu pengetahuan.
3. Penentuan nama baru dan penentuan tingkat-tingkat takson harus mengikuti aturan yang ada dalam KITT.
4. Prosedur identifikasi tumbuhan yang untuk pertama kali akan diperkenalkan ke dunia ilmiah memerlukan bekal ilmu pengetahuan yang mendalam tentang isi KITT.
5. Untuk identifikasi tumbuhan yang telah dikenal oleh dunia ilmu pengetahuan, memerlukan sarana antara lain bantuan orang, spesimen herbarium, buku-buku flora dan monografi, kunci identifikasi dan lembar identifikasi jenis.
6. Flora adalah suatu bentuk karya taksonomi tumbuhan yang memuat jenis-jenis tumbuhan yang ditemukan dalam suatu wilayah tertentu.
7. Monografi adalah suatu bentuk karya taksonomi tumbuhan yang memuat jenis-jenis tumbuhan yang tergolong dalam kategori tertentu. baik yang terbatas pada suatu wilayah tertentu saja maupun yang terdapat di seluruh dunia.
8. Kunci identifikasi merupakan serentetan pertanyaan-pertanyaan yang jawabnya harus ditemukan pada spesimen yang akan diidentifikasi.
9. Bila semua pertanyaan berturut-turut dalam kunci identifikasi ditemukan jawabnya, berarti nama serta tempatnya dalam sistem klasifikasi tumbuhan yang akan diidentifikasi dapat diketahui.
10. Lembar Identifikasi Jenis adalah sebuah gambar suatu jenis tumbuhan yang disertai dengan nama klasifikasi jenis yang bersangkutan.
ALGAE
Taksonomi Algae
1. Linnaeus membagi Cryptogamae menjadi 4 bangsa yaitu: Filices, Musci, Algae dan Fungi.
De Jussieu membagi tumbuhan menjadi 3 golongan, Acotyledoneae, Monocotyledoneae, Dicotyledoneae.
2. Tahun 1880 diperkenalkan suatu sistem yang membagi Cryptogamae menjadi Thallophyta, Bryophyta, Pteridophyta.
3. Thallophyta yang terdiri dari dua anak kelas Algae dan Fungi dibedakan dari Bryophyta dan Pteridophyta berdasarkan pada struktur alat penghasil spora dan gamet serta perkembangan zigotnya.
4. Dipermasalahkan mengenai keabsahan (validitas) dari Thallophyta.
Algae dan Fungi mempunyai kesamaan ciri-ciri yang digunakan untuk memisahkan keduanya dari tumbuhan lain, atas dasar kesamaan ini dipertanyakan apakah fungi berasal dari algae? dalam kenyataan, tidak satu fungi pun berasal dari algae. Dengan demikian divisi Thallophyta tidak dapat dipertahankan, sehingga bukan merupakan divisi yang valid. Sebaiknya Algae dan Fungi ditempatkan dalam satu atau lebih divisi.
5. Ciri-ciri yang akan digunakan sebagai dasar untuk memberi definisi algae:
1. menurut Fritsch (1935): Algae harus holofitik yang gagal mencapai ciri deferensiasi Archegoniatae.
2. Smith (1955 ) mendasarkan pada struktur organ seksualnya.
6. Sampai permulaan abad 20 telah dikenal 4 kelas Algae, yaitu Chlorophyceae, Phaeophyceae, Rhodophyceae dan Myxophyceae (Cyanophyceae). Ahli Protozoologi menempatkan semua organisme bersel tunggal yang berkhlorofil, berflagella seta motil dalam kelas Mastigophora dari filum Protozoa. Para pakar botani mengeluarkan anggota-anggota tertentu dari deret (seri) Volvocin. Rabenhorst menempatkan seri Chlamydomonas-Volvox dalam ganggang hijau rumput dan diberi nama Chlorophyllaceae.
Xanthophyceae (Heterokontae) dipisahkan dari Chlorophyceae pada permulaan abad 20 dan Fagellatae tertentu yang berpigmen dimasukkan dalam kelas Xanthophyceae.
Berbagai macam kelompok yang semula oleh pakar Protozoologi dimasukkan dalam Mastigophora secara filogegenetik berhubungan dengan organisme yang bersifat algae sejati.
7. Sistem klasifikasi algae ada bermacam-macam. Seiring dengan majunya ilmu pengetahuan terutama dalam penelitian fisiologi, biokimia, dan penggunaan mikros- kop elektron, maka klasifikasi algae ke dalam divisinya, kini didasarkan pada:
1. pigmentasi,
2. hasil fotosintesis,
3. flagelasi,
4. sifat fisik dan kimia dinding sel,
5. ada atau tidak adanya inti sejati.
Atas dasar hal tersebut, Smith membagi algae menjadi; Divisi: Chlorophyta, Euglenophyta, Pyrrophyta, Chrysophyta, Phaeophyta, Rhodophyta dan Cyanophyta. Pyrrophyta, Chrysophyta,dan Euglenophyta termasuk Protista (Protista algae); Cyanophyta termasuk Monera.
8. Algae mempunyai bermacam-macam bentuk tubuh:
1. Bentuk uniseluler: bentuk uniseluler yang berflagela dan yang tidak berflagela.
2. Bentuk multiseluler:
1. a. koloni yang motil, b. koloni yang kokoid
2. Agregasi: bentuk palmeloid, dendroid, dan rizopoidal.
3. Bentuk filamentik: filamen sederhana, filamen bercabang, filamen heterotrikh, filamen pseudoparenkhimatik yang uniaksial dan multiaksial.
4. Bentuk sifon/pipa.
5. Pseudoparenkhimatik
9. Reproduksi
1. Vegetatif: fragmentasi, pembelahan sel, pembentukan hormogonia.
2. Aseksual: pembentukan mitospora, zoospora, aplanospora, hipnospora, stadium pamela.
3. Seksual: isogami, heterogami yang terdiri dari anisogami dan oogami, aplanogami, autogami.
10. Pergantian keturunan
1. Pergantian keturunan haplobiontik terdiri dari: pergantian keturunan yang haplontik dan diplontik.
2. Pergantian keturunan yang isomorfik dan heteromorfik.
Divisi: Chlorophyta, Phaeophyta, Rhodophyta, Cyanophyta
I. Divisi Chlorophyta
Ciri-ciri
1. Pigmen, khlorofil a dan b, santofil, dan karoten, khlorofil terdapat dalam jumlah yang banyak sehingga ganggang ini berwarna hijau rumput.
2. Hasil fotosintesis berupa amilum dan tersimpan dalam khloroplas.
3. Khloroplas berjumlah satu atau lebih; berbentuk mangkuk, bintang, lensa, bulat, pita, spiral dsb.
4. Sel berinti sejati, satu atau lebih.
5. Sel kembara mempunyai 2 atau 4 flagela sama panjang, bertipe whiplash.
6. Dinding sel mengandung selulose.
7. Bentuk talus/struktur vegetatif
1. uniseluler motil/berflagela: Chlamydomonas sp.
2. uniseluler nonmotil/kokoid: Chlorella sp.
3. koloni motil (sel-sel dalam koloni mempunyai flagela) Volvox sp
4. koloni nonmotil (kokoid ): Pediastrum sp., Hydrodictyon sp.
5. palmeloid: Tetraspora sp.
6. dendroid: Prasinocladus sp.
7. berbentuk filamen: bercabang: Cladophora sp.
8. tidak bercabang: Oedogonium sp., Spirogyra sp.
9. heterotrikh: Coleochaeta sp., Stigeoclonium sp.
10. berbentuk helaian/lembaran yang distromatik: Ulva sp.
11. lembaran yang monostromatik: Monostroma sp.
12. berbentuk silinder yang beruang di tengah: Enteromorpha
13. berbentuk sifon/spnositik: Caulerpa sp., Codium sp.
Perkembangbiakan
1. secara vegetatif: dengan fragmentasi talusnya
2. secara aseksual: dengan pembentukan zoospora, aplanospora, hipnospora, autospora.
3. secara seksual: isogami, Anisogami, oogami, aplanogami.
Chlorophyta dibagi menjadi 2 kelas, yaitu Chloropyceae dan Charophyceae
Menurut Smith (1955) Chlorophyceae dibagi menjadi 12 bangsa, yaitu: Volovocales, Tetrasporales, Ulothrichales, Ulvales, Schizogoniales (Prasiolales) Cladophorales, Oedogoniales, Zygnematales, Chlorococcales, Siphonales, Dasycladales dan Siphonocladales. Oleh beberapa penulis, Tetrasporales dan Volovocales sering disatukan menjadi satu bangsa, yaitu Volvocales dan Tetrasporales dianggap sebagai anak bangsa dan Volvocales. Dalam hal ini, mereka berpendapat bahwa kedua bangsa tersebut hanya mempunyai perbedaan kecil saja.
Tempat hidup
Sebagian besar ± 90% merupakan algae air tawar terdapat pula di tanah atau di dinding tembok yang lembab, di atas batang pohon dan dapat pula sebagai epifil (pada permukaan daun).
Charophycaea
1. Tubuh merupakan talus yang tegak, beruas dan berbuku-buku dan bercabang. Cabang yang pertumbuhannya tak terbatas keluar dari buku-buku tersebut dan dari setiap buku keluar cabang yang pertumbuhannya terbatas, yaitu cabang lateral (filoid) yang letaknya melingkari buku tersebut. Tubuh ini sering diliputi oleh CaCO3.
2. Reproduksi.
1. secara seksual: dilakukan dengan oogami. Alat kelamin betina dikelilingi benang-benang steril yang letaknya melingkar hingga membentuk spiral. Alat kelamin jantan, terdiri dari satu sel, masing-masing anteridium disatukan dalam filamen yang uniseriate dan dibungkus oleh selubung yang terdiri dari 8 sel.
2. secara vegetatif: dengan membentuk bintang-bintang amilum dan bulbus.
Dengan melihat struktur alat kelamin dan adanya stadium protenema dalam perkembangan zigot, struktur vegetatif dari tubuhnya, maka beberapa ahli mengatakan bahwa kedudukan Chara berada antara Thallophyta dan Bryophyta. Jenis-jenis yang masih hidup adalah Chara spp dan Nitella spp kesemuanya hidup di air tawar.
II. Divisi Phaeophyta
Hanya terdiri dari satu kelas : Phaeophyceae
Ciri-ciri
1. Tubuh selalu berupa talus yang multiseluler yang berbentuk filamen, lembaran atau menyerupai semak/pohon yang dapat mencapai beberapa puluh meter, terutama jenis-jenis yang hidup di lautan daerah beriklim dingin.
2. Set vegetatif mengandung khloroplast berbentuk bulat, bulat panjang, seperti pita; mengandung khlorofil a dan khlorofil c serta beberapa santofil misalnya fukosantin. Cadangan makanan berupa laminarin dan manitol. Dinding sel mengandung selulose dan asam alginat.
Reproduksi
Sel reproduksi yang motil baik zoospora ataupun zoogamet berflagela 2 buah, tidak sama panjang dan terletak dibagian lateral dari sel, bertipe whiplash dan tinsel. Reproduksi aseksual dilakukan dengan pembentukan zoospora atau aplanospora. Reproduksi seksual dilakukan secara isogami, anisogami atau oogami.
Daur hidup
Jenis-jenis dari bangsa-bangsa dalam Phaeophyceae mempunyai daur hidup dengan pergantian keturunan, kecuali jenis-jenis dari bangsa Fucales. Ada tiga tipe pergantian keturunan, yaitu: isomorfik (Dictyola sp.), heteromorfik (Laminaria sp). Dan diplontik (Sargassum sp.)
Tempat hidup
Sebagian besar hidup di laut hanya ada beberapa jenis saja yang hidup di air tawar.
III. Divisi Rhodophyta
Hanya mempunyai satu kelas, yaitu Rhodophyceae.
Ciri-ciri
1. Sel mempunyai dinding yang terdiri dari selulose dan agar atau karagen.
Rhodophyceae tidak pernah menghasilkan sel-sel berflagela.
2. Pigmen
Khlorofil: terdiri dari khlorofil a dan d.
Fikobilin: fikoeritrin dan fikosianin yang sering disebut pigmen aksesoris.
- karoten
Pigmen-pigmen tersebut terdapat dalam kloroplas
3. Cadangan makanan berupa tepung flaridea dan terdapat diluar khloroplas.
4. Talus
Hampir semuanya multiseluler, hanya 2 marga saja yang uniseluler. Talus yang multiseluler berbentuk filamen silinder ataupun helaian. Pada dasarnya talus yang multiseluler, terutama yang tinggi tingkatannya terdiri dari filamen-filamen yang bercabang-cabang dan letaknya sedemikian rupa hingga membentuk talus yang pseudoparenkhimatik. Talus umumnya melekat pada substrat dengan perantaraan alat pelekat. Pada Rhodophyta yang tinggi tingkatannya ada 2 tipe talus: monoaksial dan multiaksial.
Reproduksi
Reproduksi secara vegetatif dilakukan dengan fragmentasi. Rhodopyceae membentuk bermacam-macam spora, karpospora (spora seksual), sporta, netral, monospora. Tetraspora, bispora, dan polispora.
Pergantian keturunan
Pada yang tinggi tingkatannya terdiri dari 2 tipe, yaitu bifasik dan trifasik.
1. Bifasik: inti zigot langsung mengadakan meiosis; hingga menghasilkan karposporafit haploid yang tumbuh pada gametofitnya atau inti zigot membelah mitosis hingga membentuk karposporangium yang intinya diploid inti karposporangium mengadakan meiosis dan membentuk karpospora yang haploid. Karposporofit berada pada gametofit.
2. Trifasik: inti zigot hanya membelah mitosis, membentuk karposporangium dengan karpospora yang diploid. Karposporofit terdapat pada gametofit, karpospora yang diploid tumbuh menjadi tetrasporofit yang diploid dan hidup bebas, tetrasporangium yang terbentuk intinya membelah meiosis dan menghasilkan 4 spora yang haploid (tertraspora). Tetraspora tumbuh menjadi gametofit. Gametofit dan tetrasporofit umumnya isomorfik.
Tatanama Tumbuhan
1. Unsur utama yang menjadi ruang lingkup Taksonomi Tumbuhan adalah pengenalan (identifikasi), pemberian nama dan penggolongan atau klasifikasi.
2. Peraturan tentang pemberian nama ilmiah perlu diciptakan agar ada kesamaan pemahaman di antara ahli-ahli Botani di seluruh dunia tentang apa yang dimaksud.
3. Nama ilmiah adalah nama-nama dalam bahasa Latin atau bahasa yang diperlakukan sebagai bahasa Latin tanpa memperhatikan dari bahasa mana asalnya.
4. Setiap individu tumbuhan termasuk dalam sejumlah taksa yang jenjang tingkatnya berurutan.
5. Tingkat jenis (species) merupakan dasar dari seluruh takson yang ada.
6. Nama-nama takson di atas tingkat suku (familia) diambil dari ciri khas yang berlaku untuk semua warga dengan akhiran yang berbeda menurut tingkatnya.
7. Nama suku (familia) merupakan satu kata sifat yang diperlakukan sebagai kata benda berbentuk jamak. Nama tersebut diambil dari nama salah satu marga yang termasuk dalam suku tadi ditambah dengan akhiran -aceae.
8. Nama marga merupakan kata benda berbentuk mufrad atau suatu kata yang diperlakukan demikian. Kata ini dapat diambil dari sumber mana pun, dan dapat disusun dalam cara sembarang.
9. Nama ilmiah untuk jenis harus bersifat ganda, artinya terdiri atas dua suku kata yang berbentuk mufrad yang diperlakukan sebagai bahasa Latin.
10. Nama takson tingkat suku ke bawah diikuti nama orang yang memberikan nama ilmiah dalam bentuk singkatan.
Klasifikasi
1. Klasifikasi tumbuhan adalah pembentukan kelompok-kelompok dari seluruh tumbuhan yang ada di bumi ini hingga dapat disusun takson-takson secara teratur mengikuti suatu hierarki.
2. Sifat-sifat yang dijadikan dasar dalam mengadakan klasifikasi berbeda-beda tergantung orang yang mengadakan klasifikasi dan tujuan yang ingin dicapai dengan pengklasifikasian itu.
3. Takson yang terdapat pada tingkat takson (kategori) yang lebih rendah mempunyai kesamaan sifat lebih banyak daripada takson yang terdapat pada tingkat takson (kategori) di atasnya.
4. Perbedaan antara istilah takson dengan kategori yaitu istilah takson yang ditekankan adalah pengertian unit atau kelompok yang mana pun, sedangkan istilah kategori yang ditekankan adalah tingkat atau kedudukan golongan dalam suatu hierarki tertentu.
5. Dalam taksonomi tumbuhan istilah yang digunakan untuk menyebutkan suatu nama takson sekaligus menunjukkan pula tingkat takson (kategori).
6. Ada tiga sistem klasifikasi dalam taksonomi tumbuhan yaitu sistem klasifikasi buatan, sistem klasifikasi alam, dan sistem klasifikasi filogenetik.
7. Berdasarkan sejarah perkembangannya ketiga sistem klasifikasi tersebut dibagi menjadi empat periode yaitu periode sistem habitus, periode sistem numerik, periode sistem alam, dan periode sistem filogenetik.
8. Sistem klasifikasi yang tinjauannya didasarkan modifikasi dari sistem yang telah ada dengan penambahan data yang baru, disebut sistem kontemporer.
9. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi akan berpengaruh pula terhadap perkembangan ilmu taksonomi tumbuhan.
10. Perubahan klasifikasi organisme hidup yang semula dua dunia kemudian menjadi empat dunia, atau dari empat dunia menjadi lima dunia, telah mengakibatkan sekelompok atau sebagian kelompok organisme yang semula termasuk dalam dunia tumbuhan dipindahkan ke dalam dunia (regnum) baru atau regnum yang lain.
Identifikasi
1. Identifikasi tumbuhan adalah menentukan namanya yang benar dan tempatnya yang tepat dalam sistem klasifikasi.
2. Tumbuhan yang akan diidentifikasikan mungkin belum dikenal oleh dunia ilmu pengetahuan (belum ada nama ilmiahnya), atau mungkin sudah dikenal oleh dunia ilmu pengetahuan.
3. Penentuan nama baru dan penentuan tingkat-tingkat takson harus mengikuti aturan yang ada dalam KITT.
4. Prosedur identifikasi tumbuhan yang untuk pertama kali akan diperkenalkan ke dunia ilmiah memerlukan bekal ilmu pengetahuan yang mendalam tentang isi KITT.
5. Untuk identifikasi tumbuhan yang telah dikenal oleh dunia ilmu pengetahuan, memerlukan sarana antara lain bantuan orang, spesimen herbarium, buku-buku flora dan monografi, kunci identifikasi dan lembar identifikasi jenis.
6. Flora adalah suatu bentuk karya taksonomi tumbuhan yang memuat jenis-jenis tumbuhan yang ditemukan dalam suatu wilayah tertentu.
7. Monografi adalah suatu bentuk karya taksonomi tumbuhan yang memuat jenis-jenis tumbuhan yang tergolong dalam kategori tertentu. baik yang terbatas pada suatu wilayah tertentu saja maupun yang terdapat di seluruh dunia.
8. Kunci identifikasi merupakan serentetan pertanyaan-pertanyaan yang jawabnya harus ditemukan pada spesimen yang akan diidentifikasi.
9. Bila semua pertanyaan berturut-turut dalam kunci identifikasi ditemukan jawabnya, berarti nama serta tempatnya dalam sistem klasifikasi tumbuhan yang akan diidentifikasi dapat diketahui.
10. Lembar Identifikasi Jenis adalah sebuah gambar suatu jenis tumbuhan yang disertai dengan nama klasifikasi jenis yang bersangkutan.
ALGAE
Taksonomi Algae
1. Linnaeus membagi Cryptogamae menjadi 4 bangsa yaitu: Filices, Musci, Algae dan Fungi.
De Jussieu membagi tumbuhan menjadi 3 golongan, Acotyledoneae, Monocotyledoneae, Dicotyledoneae.
2. Tahun 1880 diperkenalkan suatu sistem yang membagi Cryptogamae menjadi Thallophyta, Bryophyta, Pteridophyta.
3. Thallophyta yang terdiri dari dua anak kelas Algae dan Fungi dibedakan dari Bryophyta dan Pteridophyta berdasarkan pada struktur alat penghasil spora dan gamet serta perkembangan zigotnya.
4. Dipermasalahkan mengenai keabsahan (validitas) dari Thallophyta.
Algae dan Fungi mempunyai kesamaan ciri-ciri yang digunakan untuk memisahkan keduanya dari tumbuhan lain, atas dasar kesamaan ini dipertanyakan apakah fungi berasal dari algae? dalam kenyataan, tidak satu fungi pun berasal dari algae. Dengan demikian divisi Thallophyta tidak dapat dipertahankan, sehingga bukan merupakan divisi yang valid. Sebaiknya Algae dan Fungi ditempatkan dalam satu atau lebih divisi.
5. Ciri-ciri yang akan digunakan sebagai dasar untuk memberi definisi algae:
1. menurut Fritsch (1935): Algae harus holofitik yang gagal mencapai ciri deferensiasi Archegoniatae.
2. Smith (1955 ) mendasarkan pada struktur organ seksualnya.
6. Sampai permulaan abad 20 telah dikenal 4 kelas Algae, yaitu Chlorophyceae, Phaeophyceae, Rhodophyceae dan Myxophyceae (Cyanophyceae). Ahli Protozoologi menempatkan semua organisme bersel tunggal yang berkhlorofil, berflagella seta motil dalam kelas Mastigophora dari filum Protozoa. Para pakar botani mengeluarkan anggota-anggota tertentu dari deret (seri) Volvocin. Rabenhorst menempatkan seri Chlamydomonas-Volvox dalam ganggang hijau rumput dan diberi nama Chlorophyllaceae.
Xanthophyceae (Heterokontae) dipisahkan dari Chlorophyceae pada permulaan abad 20 dan Fagellatae tertentu yang berpigmen dimasukkan dalam kelas Xanthophyceae.
Berbagai macam kelompok yang semula oleh pakar Protozoologi dimasukkan dalam Mastigophora secara filogegenetik berhubungan dengan organisme yang bersifat algae sejati.
7. Sistem klasifikasi algae ada bermacam-macam. Seiring dengan majunya ilmu pengetahuan terutama dalam penelitian fisiologi, biokimia, dan penggunaan mikros- kop elektron, maka klasifikasi algae ke dalam divisinya, kini didasarkan pada:
1. pigmentasi,
2. hasil fotosintesis,
3. flagelasi,
4. sifat fisik dan kimia dinding sel,
5. ada atau tidak adanya inti sejati.
Atas dasar hal tersebut, Smith membagi algae menjadi; Divisi: Chlorophyta, Euglenophyta, Pyrrophyta, Chrysophyta, Phaeophyta, Rhodophyta dan Cyanophyta. Pyrrophyta, Chrysophyta,dan Euglenophyta termasuk Protista (Protista algae); Cyanophyta termasuk Monera.
8. Algae mempunyai bermacam-macam bentuk tubuh:
1. Bentuk uniseluler: bentuk uniseluler yang berflagela dan yang tidak berflagela.
2. Bentuk multiseluler:
1. a. koloni yang motil, b. koloni yang kokoid
2. Agregasi: bentuk palmeloid, dendroid, dan rizopoidal.
3. Bentuk filamentik: filamen sederhana, filamen bercabang, filamen heterotrikh, filamen pseudoparenkhimatik yang uniaksial dan multiaksial.
4. Bentuk sifon/pipa.
5. Pseudoparenkhimatik
9. Reproduksi
1. Vegetatif: fragmentasi, pembelahan sel, pembentukan hormogonia.
2. Aseksual: pembentukan mitospora, zoospora, aplanospora, hipnospora, stadium pamela.
3. Seksual: isogami, heterogami yang terdiri dari anisogami dan oogami, aplanogami, autogami.
10. Pergantian keturunan
1. Pergantian keturunan haplobiontik terdiri dari: pergantian keturunan yang haplontik dan diplontik.
2. Pergantian keturunan yang isomorfik dan heteromorfik.
Divisi: Chlorophyta, Phaeophyta, Rhodophyta, Cyanophyta
I. Divisi Chlorophyta
Ciri-ciri
1. Pigmen, khlorofil a dan b, santofil, dan karoten, khlorofil terdapat dalam jumlah yang banyak sehingga ganggang ini berwarna hijau rumput.
2. Hasil fotosintesis berupa amilum dan tersimpan dalam khloroplas.
3. Khloroplas berjumlah satu atau lebih; berbentuk mangkuk, bintang, lensa, bulat, pita, spiral dsb.
4. Sel berinti sejati, satu atau lebih.
5. Sel kembara mempunyai 2 atau 4 flagela sama panjang, bertipe whiplash.
6. Dinding sel mengandung selulose.
7. Bentuk talus/struktur vegetatif
1. uniseluler motil/berflagela: Chlamydomonas sp.
2. uniseluler nonmotil/kokoid: Chlorella sp.
3. koloni motil (sel-sel dalam koloni mempunyai flagela) Volvox sp
4. koloni nonmotil (kokoid ): Pediastrum sp., Hydrodictyon sp.
5. palmeloid: Tetraspora sp.
6. dendroid: Prasinocladus sp.
7. berbentuk filamen: bercabang: Cladophora sp.
8. tidak bercabang: Oedogonium sp., Spirogyra sp.
9. heterotrikh: Coleochaeta sp., Stigeoclonium sp.
10. berbentuk helaian/lembaran yang distromatik: Ulva sp.
11. lembaran yang monostromatik: Monostroma sp.
12. berbentuk silinder yang beruang di tengah: Enteromorpha
13. berbentuk sifon/spnositik: Caulerpa sp., Codium sp.
Perkembangbiakan
1. secara vegetatif: dengan fragmentasi talusnya
2. secara aseksual: dengan pembentukan zoospora, aplanospora, hipnospora, autospora.
3. secara seksual: isogami, Anisogami, oogami, aplanogami.
Chlorophyta dibagi menjadi 2 kelas, yaitu Chloropyceae dan Charophyceae
Menurut Smith (1955) Chlorophyceae dibagi menjadi 12 bangsa, yaitu: Volovocales, Tetrasporales, Ulothrichales, Ulvales, Schizogoniales (Prasiolales) Cladophorales, Oedogoniales, Zygnematales, Chlorococcales, Siphonales, Dasycladales dan Siphonocladales. Oleh beberapa penulis, Tetrasporales dan Volovocales sering disatukan menjadi satu bangsa, yaitu Volvocales dan Tetrasporales dianggap sebagai anak bangsa dan Volvocales. Dalam hal ini, mereka berpendapat bahwa kedua bangsa tersebut hanya mempunyai perbedaan kecil saja.
Tempat hidup
Sebagian besar ± 90% merupakan algae air tawar terdapat pula di tanah atau di dinding tembok yang lembab, di atas batang pohon dan dapat pula sebagai epifil (pada permukaan daun).
Charophycaea
1. Tubuh merupakan talus yang tegak, beruas dan berbuku-buku dan bercabang. Cabang yang pertumbuhannya tak terbatas keluar dari buku-buku tersebut dan dari setiap buku keluar cabang yang pertumbuhannya terbatas, yaitu cabang lateral (filoid) yang letaknya melingkari buku tersebut. Tubuh ini sering diliputi oleh CaCO3.
2. Reproduksi.
1. secara seksual: dilakukan dengan oogami. Alat kelamin betina dikelilingi benang-benang steril yang letaknya melingkar hingga membentuk spiral. Alat kelamin jantan, terdiri dari satu sel, masing-masing anteridium disatukan dalam filamen yang uniseriate dan dibungkus oleh selubung yang terdiri dari 8 sel.
2. secara vegetatif: dengan membentuk bintang-bintang amilum dan bulbus.
Dengan melihat struktur alat kelamin dan adanya stadium protenema dalam perkembangan zigot, struktur vegetatif dari tubuhnya, maka beberapa ahli mengatakan bahwa kedudukan Chara berada antara Thallophyta dan Bryophyta. Jenis-jenis yang masih hidup adalah Chara spp dan Nitella spp kesemuanya hidup di air tawar.
II. Divisi Phaeophyta
Hanya terdiri dari satu kelas : Phaeophyceae
Ciri-ciri
1. Tubuh selalu berupa talus yang multiseluler yang berbentuk filamen, lembaran atau menyerupai semak/pohon yang dapat mencapai beberapa puluh meter, terutama jenis-jenis yang hidup di lautan daerah beriklim dingin.
2. Set vegetatif mengandung khloroplast berbentuk bulat, bulat panjang, seperti pita; mengandung khlorofil a dan khlorofil c serta beberapa santofil misalnya fukosantin. Cadangan makanan berupa laminarin dan manitol. Dinding sel mengandung selulose dan asam alginat.
Reproduksi
Sel reproduksi yang motil baik zoospora ataupun zoogamet berflagela 2 buah, tidak sama panjang dan terletak dibagian lateral dari sel, bertipe whiplash dan tinsel. Reproduksi aseksual dilakukan dengan pembentukan zoospora atau aplanospora. Reproduksi seksual dilakukan secara isogami, anisogami atau oogami.
Daur hidup
Jenis-jenis dari bangsa-bangsa dalam Phaeophyceae mempunyai daur hidup dengan pergantian keturunan, kecuali jenis-jenis dari bangsa Fucales. Ada tiga tipe pergantian keturunan, yaitu: isomorfik (Dictyola sp.), heteromorfik (Laminaria sp). Dan diplontik (Sargassum sp.)
Tempat hidup
Sebagian besar hidup di laut hanya ada beberapa jenis saja yang hidup di air tawar.
III. Divisi Rhodophyta
Hanya mempunyai satu kelas, yaitu Rhodophyceae.
Ciri-ciri
1. Sel mempunyai dinding yang terdiri dari selulose dan agar atau karagen.
Rhodophyceae tidak pernah menghasilkan sel-sel berflagela.
2. Pigmen
Khlorofil: terdiri dari khlorofil a dan d.
Fikobilin: fikoeritrin dan fikosianin yang sering disebut pigmen aksesoris.
- karoten
Pigmen-pigmen tersebut terdapat dalam kloroplas
3. Cadangan makanan berupa tepung flaridea dan terdapat diluar khloroplas.
4. Talus
Hampir semuanya multiseluler, hanya 2 marga saja yang uniseluler. Talus yang multiseluler berbentuk filamen silinder ataupun helaian. Pada dasarnya talus yang multiseluler, terutama yang tinggi tingkatannya terdiri dari filamen-filamen yang bercabang-cabang dan letaknya sedemikian rupa hingga membentuk talus yang pseudoparenkhimatik. Talus umumnya melekat pada substrat dengan perantaraan alat pelekat. Pada Rhodophyta yang tinggi tingkatannya ada 2 tipe talus: monoaksial dan multiaksial.
Reproduksi
Reproduksi secara vegetatif dilakukan dengan fragmentasi. Rhodopyceae membentuk bermacam-macam spora, karpospora (spora seksual), sporta, netral, monospora. Tetraspora, bispora, dan polispora.
Pergantian keturunan
Pada yang tinggi tingkatannya terdiri dari 2 tipe, yaitu bifasik dan trifasik.
1. Bifasik: inti zigot langsung mengadakan meiosis; hingga menghasilkan karposporafit haploid yang tumbuh pada gametofitnya atau inti zigot membelah mitosis hingga membentuk karposporangium yang intinya diploid inti karposporangium mengadakan meiosis dan membentuk karpospora yang haploid. Karposporofit berada pada gametofit.
2. Trifasik: inti zigot hanya membelah mitosis, membentuk karposporangium dengan karpospora yang diploid. Karposporofit terdapat pada gametofit, karpospora yang diploid tumbuh menjadi tetrasporofit yang diploid dan hidup bebas, tetrasporangium yang terbentuk intinya membelah meiosis dan menghasilkan 4 spora yang haploid (tertraspora). Tetraspora tumbuh menjadi gametofit. Gametofit dan tetrasporofit umumnya isomorfik.
Senin, 23 November 2009
Es Menghilang Dari Kutub Selatan Lebih Cepat
LAPISAN es di Bagian Timur Kutub Selatan, yang pernah dipandang sebagian besar tak terpengaruh oleh pemanasan global, telah kehilangan miliaran ton esnya sejak 2006 dan dapat mendorong kenaikan permukaan air laut pada masa depan, demikian hasil satu studi baru.
Studi tersebut, yang diterbitkan Nature Geoscience, Minggu, memperlihatkan lapisan es yang lebih kecil tapi kurang stabil di Antartika Barat juga kehilangan sangat banyak massanya.
Para ilmuwan khawatir bahwa naiknya temperatur global dapat menyulut perpecahan cepat Antartika Barat, yang menyimpan air beku untuk mendorong permukaan samudra global setinggi lima meter.
Pada 2007, Panel Antar-Pemerintah PBB bagi perubahan Iklim (IPCC) meramalkan permukaan air laut akan naik 18 sampai 59 centimeter paling lambat pada 2100, tapi perkiraan itu tidak memasukkan dampak lapisan es yang mulai retak di Greenland dan Antartika.
Hari ini, banyak ilmuwan yang sama mengatakan sekalipun buangan CO2, yang memerangkap panas, dibatasi, permukaan air samudra lebih mungkin untuk naik sekitar hampir satu meter, cukup untuk membuat beberapa negara pulau kecil tak dapat dihuni dan merusak delta subur yang menjadi habitat ratusan jutaan makhluk.
Lebih dari 190 negara berkumpul di Copenhagen, Desember, guna merancang kesepakatan perubahan iklim guna mengekang gas rumah kaca dan membantu negara miskin menanggulangi konsekuensinya.
Pengajar University of Texas Jianli Chen dan rekannya selama hampir tujuh tahun menganalisi interaksi lapisan es samudra di Antartika.
Data itu, yang mencakup masa hingga Januari 2009, dikumpulkan oleh dua satelit GRACE, yang mendeteksi arus massa di samudra dan wilayah kutub dengan mengukur perubahan di medan magnet Bumi.
Sejalan dengan temuan terdahulu yang dilandasi atas beragam metode, mereka mendapati bahwa Antartika Barat, rata-rata, menimbun sebanyak 132 miliar ton es ke dalam laut setiap tahun, memberi atau mengambil 26 miliar ton.
Mereka juga mendapati untuk pertama kali bahwa Antartika Timur, di wilayah Bagian Timur Belahan Bumi di benua tersebut, juga kehilangan massa, kebanyak di wilayah pantai, dengan luas wilayah sekitar 57 miliar ton per tahun.
Margin atau kesalahan tersebut, mereka memperingatkan, hampir sama besar dengan perkiraan, yang berarti hilangnya es dapat sedikit lebih kecil dari beberapa miliar ton atau lebih dari 100 miliar ton.
Setakat ini, para ilmuwan telah memperkirakan bahwa Antartika Timur "seimbang", yang berarti itu menimbun sama banyaknya massa dan melepaskannya juga, barangkali malah lebih banyak.
"Dengan demikian, bertambah-cepatnya menghilangnya es dalam beberapa tahun belakangan di seluruh benua tersebut dapat diketahui," demikian kesimpulan para penulis tersebut sebagaimana dilaporkan kantor berita Prancis, AFP. "Antartika mungkin segera memberi sumbangan jauh lebih besar pada kenaikan permukaan air laut global."
Satu studi lain yang disiarkan pekan lalu di jurnal Nature melaporkan gambaran yang sudah berubah bagi temperatur Antartika selama masa hangat, "antar-gletser" seperti yang telah terjadi rata-rata setiap 100.000 tahun.
Selama masa itu, yang mencapai puncaknya 128.000 tahun lalu, menyebut Priode Eemia, temperatur di wilayah itu barangkali enam derajat Celsius lebih tinggi hari ini, yaitu sebanyak 3 derajat Celsius di atas perkiraan sebelumnya, kata studi tersebut.
Temuan itu menunjukkan wilayah tersebut mungkin lebih sensitif dibandingkan dengan yang diperkirakan para ilmuwan mengenai konsentrasi gas rumah kaca dalam suasana yang rata-rata sama dengan tingkat saat ini. Selama Priode Eemia, permukaan air laut lebih tinggi lima-sampai-tujuh meter dibandingkan dengan hari ini.(ANT)
Studi tersebut, yang diterbitkan Nature Geoscience, Minggu, memperlihatkan lapisan es yang lebih kecil tapi kurang stabil di Antartika Barat juga kehilangan sangat banyak massanya.
Para ilmuwan khawatir bahwa naiknya temperatur global dapat menyulut perpecahan cepat Antartika Barat, yang menyimpan air beku untuk mendorong permukaan samudra global setinggi lima meter.
Pada 2007, Panel Antar-Pemerintah PBB bagi perubahan Iklim (IPCC) meramalkan permukaan air laut akan naik 18 sampai 59 centimeter paling lambat pada 2100, tapi perkiraan itu tidak memasukkan dampak lapisan es yang mulai retak di Greenland dan Antartika.
Hari ini, banyak ilmuwan yang sama mengatakan sekalipun buangan CO2, yang memerangkap panas, dibatasi, permukaan air samudra lebih mungkin untuk naik sekitar hampir satu meter, cukup untuk membuat beberapa negara pulau kecil tak dapat dihuni dan merusak delta subur yang menjadi habitat ratusan jutaan makhluk.
Lebih dari 190 negara berkumpul di Copenhagen, Desember, guna merancang kesepakatan perubahan iklim guna mengekang gas rumah kaca dan membantu negara miskin menanggulangi konsekuensinya.
Pengajar University of Texas Jianli Chen dan rekannya selama hampir tujuh tahun menganalisi interaksi lapisan es samudra di Antartika.
Data itu, yang mencakup masa hingga Januari 2009, dikumpulkan oleh dua satelit GRACE, yang mendeteksi arus massa di samudra dan wilayah kutub dengan mengukur perubahan di medan magnet Bumi.
Sejalan dengan temuan terdahulu yang dilandasi atas beragam metode, mereka mendapati bahwa Antartika Barat, rata-rata, menimbun sebanyak 132 miliar ton es ke dalam laut setiap tahun, memberi atau mengambil 26 miliar ton.
Mereka juga mendapati untuk pertama kali bahwa Antartika Timur, di wilayah Bagian Timur Belahan Bumi di benua tersebut, juga kehilangan massa, kebanyak di wilayah pantai, dengan luas wilayah sekitar 57 miliar ton per tahun.
Margin atau kesalahan tersebut, mereka memperingatkan, hampir sama besar dengan perkiraan, yang berarti hilangnya es dapat sedikit lebih kecil dari beberapa miliar ton atau lebih dari 100 miliar ton.
Setakat ini, para ilmuwan telah memperkirakan bahwa Antartika Timur "seimbang", yang berarti itu menimbun sama banyaknya massa dan melepaskannya juga, barangkali malah lebih banyak.
"Dengan demikian, bertambah-cepatnya menghilangnya es dalam beberapa tahun belakangan di seluruh benua tersebut dapat diketahui," demikian kesimpulan para penulis tersebut sebagaimana dilaporkan kantor berita Prancis, AFP. "Antartika mungkin segera memberi sumbangan jauh lebih besar pada kenaikan permukaan air laut global."
Satu studi lain yang disiarkan pekan lalu di jurnal Nature melaporkan gambaran yang sudah berubah bagi temperatur Antartika selama masa hangat, "antar-gletser" seperti yang telah terjadi rata-rata setiap 100.000 tahun.
Selama masa itu, yang mencapai puncaknya 128.000 tahun lalu, menyebut Priode Eemia, temperatur di wilayah itu barangkali enam derajat Celsius lebih tinggi hari ini, yaitu sebanyak 3 derajat Celsius di atas perkiraan sebelumnya, kata studi tersebut.
Temuan itu menunjukkan wilayah tersebut mungkin lebih sensitif dibandingkan dengan yang diperkirakan para ilmuwan mengenai konsentrasi gas rumah kaca dalam suasana yang rata-rata sama dengan tingkat saat ini. Selama Priode Eemia, permukaan air laut lebih tinggi lima-sampai-tujuh meter dibandingkan dengan hari ini.(ANT)
Tidur Nyenyak = Tumbuh Kembang Optimal
TIDUR nyaman dengan waktu tidur yang cukup merupakan kebutuhan pokok manusia, mulai dari bayi sampai manula. Banyak manfaat positif dipetik dari bayi tidur, salah satunya adalah untuk tumbuh kembang otak bayi.
Setiap orang mempunyai waktu yang berbeda untuk tidur, tergantung pada usia dan kebiasaan. Seorang bayi membutuhkan lebih dari setengah hari untuk tidur. Dengan bertambahnya usia, waktu tidur pun semakin berkurang.
Ketika kita tidur, hampir semua organ tubuh dihentikan atau diperlambat, kecuali otak yang tetap aktif. Pada tahap tidur REM (Rapid Eye Movement), otak maksimal dalam mengolah data dan ingatan, yang kadang muncul sebagai mimpi. Menurut dr.Soedjatmiko, Sp.A (K), ciri tidur REM adalah adanya gerak otot mata, tangan, atau kaki.
"Pada tahap REM ini pertumbuhan sel otak berlangsung dengan cepat. Selain mimpi, terkadang anak mengigau. Ini hal yang normal," jelas dr. Soedjatmiko di acara "Sleep Symposium" yang diadakan oleh Pampers, beberapa waktu lalu.
Sementara itu, tidur non-REM atau tahap tidur tenang sangat penting untuk pertumbuhan fisik anak. "Di tahap ini terjadi perbaikan sel-sel tubuh dan terjadi pertumbuhan," katanya.
Hal ini terjadi karena saat tidur tubuh akan mengeluarkan hormon pertumbuhan yang akan merangsang hati untuk menghasilkan bahan pertumbuhan tulang dan otot.
Di usia dewasa, hormon pertumbuhan ini beralih fungsi. Ia akan berfungsi untuk pemeliharaan dan perbaikan jaringan tubuh, selain untuk mempercepat proses pertumbuhan. Manfaat lain dari tidur adalah ikut andil dalam meningkatkan daya tahan tubuh anak terhadap infeksi. Ini berarti, anak yang kurang tidur lebih rentan terkena penyakit.
Tahap tidur REM dan non-REM ini berlangsung bergantian sepanjang waktu tidur anak. Oleh sebab itu, tidur yang nyenyak sangat penting untuk anak agar fase tidur REM dan non-REM nya tidak terganggu. "Bila fase tidur itu terganggu, saat bangun anak jadi uring-uringan atau rewel," kata Soedjatmiko.
Lantas, berapa waktu tidur yang dibutuhkan oleh anak? "Ini sangat individual. Patokannya adalah saat bangun anak happy," ujar dokter yang menjadi ketua Divisi Tumbuh Kembang Anak dari Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM ini.(kompas.com)
Setiap orang mempunyai waktu yang berbeda untuk tidur, tergantung pada usia dan kebiasaan. Seorang bayi membutuhkan lebih dari setengah hari untuk tidur. Dengan bertambahnya usia, waktu tidur pun semakin berkurang.
Ketika kita tidur, hampir semua organ tubuh dihentikan atau diperlambat, kecuali otak yang tetap aktif. Pada tahap tidur REM (Rapid Eye Movement), otak maksimal dalam mengolah data dan ingatan, yang kadang muncul sebagai mimpi. Menurut dr.Soedjatmiko, Sp.A (K), ciri tidur REM adalah adanya gerak otot mata, tangan, atau kaki.
"Pada tahap REM ini pertumbuhan sel otak berlangsung dengan cepat. Selain mimpi, terkadang anak mengigau. Ini hal yang normal," jelas dr. Soedjatmiko di acara "Sleep Symposium" yang diadakan oleh Pampers, beberapa waktu lalu.
Sementara itu, tidur non-REM atau tahap tidur tenang sangat penting untuk pertumbuhan fisik anak. "Di tahap ini terjadi perbaikan sel-sel tubuh dan terjadi pertumbuhan," katanya.
Hal ini terjadi karena saat tidur tubuh akan mengeluarkan hormon pertumbuhan yang akan merangsang hati untuk menghasilkan bahan pertumbuhan tulang dan otot.
Di usia dewasa, hormon pertumbuhan ini beralih fungsi. Ia akan berfungsi untuk pemeliharaan dan perbaikan jaringan tubuh, selain untuk mempercepat proses pertumbuhan. Manfaat lain dari tidur adalah ikut andil dalam meningkatkan daya tahan tubuh anak terhadap infeksi. Ini berarti, anak yang kurang tidur lebih rentan terkena penyakit.
Tahap tidur REM dan non-REM ini berlangsung bergantian sepanjang waktu tidur anak. Oleh sebab itu, tidur yang nyenyak sangat penting untuk anak agar fase tidur REM dan non-REM nya tidak terganggu. "Bila fase tidur itu terganggu, saat bangun anak jadi uring-uringan atau rewel," kata Soedjatmiko.
Lantas, berapa waktu tidur yang dibutuhkan oleh anak? "Ini sangat individual. Patokannya adalah saat bangun anak happy," ujar dokter yang menjadi ketua Divisi Tumbuh Kembang Anak dari Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM ini.(kompas.com)
Kamis, 19 November 2009
Masturbasi dan Mitosnya
Aktivitas Seks yang Wajar
Mitos tentang masturbasi memang masih banyak beredar luas di masyarakat, sama seperti mitos tentang seks yang lainnya. Beberapa mitos dapat menimbulkan akibat buruk bagi sebagian orang karena memengaruhi perilakunya.
Masturbasi merupakan aktivitas seksual yang umum dilakukan, bahkan sudah dilakukan pada masa anak-anak. Dalam perkembangan psikoseksual anak, salah satu fasenya adalah fase genital.
Pada fase ini seorang anak mulai menyadari bahwa kelaminnya merupakan bagian yang menyenangkan. Karena itu, anak, baik laki-laki maupun perempuan, senang memegang kelaminnya. Bahkan, sebagian anak dapat mencapai orgasme pada saat itu.
Perhatian terhadap kelamin semakin besar ketika manusia memasuki masa remaja. Karena itu, pada masa ini masturbasi kemudian merupakan aktivitas seksual yang umum dilakukan.
Sebagian orang yang telah menikah pun masih melakukan masturbasi karena alasan dan untuk tujuan tertentu. Lebih jauh, masturbasi bagi sebagian orang justru diperlukan sebagal bagian dari cara mengatasi gangguan fungsi seksual.
Sebagai contoh, perempuan yang mengalami hambatan orgasme oleh penyebab tertentu, memerlukan latihan masturbasi sebagai bagian cara mengatasinya. Namun, bagi lelaki, masturbasi yang dilakukan tergesa-gesa agar cepat mencapai orgasme dan ejakulasi, dikhawatirkan dapat menjadi kebiasaan, sehingga mengakibatkan ejakulasi dini. Kekhawatiran ini tampaknya cukup beralasan.
Informasi Abad ke-18
Tidak ada akibat buruk apa pun karena melakukan masturbasi. Pada abad ke- 18 memang pernah beredar buku yang menyatakan bahwa masturbasi dapat menimbulkan berbagai akibat buruk secara fisik, tetapi kemudian terbukti anggapan itu tidak benar karena hanya berdasarkan mitos belaka.
Sayangnya, sampai sekarang masih ada orang yang memberikan informasi berdasarkan mitos. Bahkan, tidak sedikit orang yang dianggap mengerti, acapkali terpengaruh oleh mitos tentang seks.
sumber: www.perempuan.com
Mitos tentang masturbasi memang masih banyak beredar luas di masyarakat, sama seperti mitos tentang seks yang lainnya. Beberapa mitos dapat menimbulkan akibat buruk bagi sebagian orang karena memengaruhi perilakunya.
Masturbasi merupakan aktivitas seksual yang umum dilakukan, bahkan sudah dilakukan pada masa anak-anak. Dalam perkembangan psikoseksual anak, salah satu fasenya adalah fase genital.
Pada fase ini seorang anak mulai menyadari bahwa kelaminnya merupakan bagian yang menyenangkan. Karena itu, anak, baik laki-laki maupun perempuan, senang memegang kelaminnya. Bahkan, sebagian anak dapat mencapai orgasme pada saat itu.
Perhatian terhadap kelamin semakin besar ketika manusia memasuki masa remaja. Karena itu, pada masa ini masturbasi kemudian merupakan aktivitas seksual yang umum dilakukan.
Sebagian orang yang telah menikah pun masih melakukan masturbasi karena alasan dan untuk tujuan tertentu. Lebih jauh, masturbasi bagi sebagian orang justru diperlukan sebagal bagian dari cara mengatasi gangguan fungsi seksual.
Sebagai contoh, perempuan yang mengalami hambatan orgasme oleh penyebab tertentu, memerlukan latihan masturbasi sebagai bagian cara mengatasinya. Namun, bagi lelaki, masturbasi yang dilakukan tergesa-gesa agar cepat mencapai orgasme dan ejakulasi, dikhawatirkan dapat menjadi kebiasaan, sehingga mengakibatkan ejakulasi dini. Kekhawatiran ini tampaknya cukup beralasan.
Informasi Abad ke-18
Tidak ada akibat buruk apa pun karena melakukan masturbasi. Pada abad ke- 18 memang pernah beredar buku yang menyatakan bahwa masturbasi dapat menimbulkan berbagai akibat buruk secara fisik, tetapi kemudian terbukti anggapan itu tidak benar karena hanya berdasarkan mitos belaka.
Sayangnya, sampai sekarang masih ada orang yang memberikan informasi berdasarkan mitos. Bahkan, tidak sedikit orang yang dianggap mengerti, acapkali terpengaruh oleh mitos tentang seks.
sumber: www.perempuan.com
Tips Mudah Kenali Bahan Makanan Berbahaya
Mudahnya orang mendapatkan bahan makanan ternyata tidak diikuti dengan mudahnya memilih bahan makanan yang sehat bagi
keluarga. Dalam KOMPAS.COM dijelaskan tentang Tips Mudah Kenali Bahan Makanan Berbahaya. Menurut Caroline SSi MSi Apt. metode pengenalan paling mudah terhadap makanan berbahaya dapat dipandang dari berbagai segi, antara lain : warna, kandungan boraks, kandungan formalin, daging gelonggong, ayam basi, ikan basi.
Beberapa hal yang patut diperhatikan tentang bahan makanan :
1. Makanan yang warnanya mencolok dan menarik perlu diwaspadai. Salah satunya "saos". Saos yang warnanya membekas di tangan memungkinkan warna yang digunakan adalah pewarna tekstil yang bisa menyebakan kanker.
2. Boraks, .............. bakso yang kenyal atau bisa dipantulkan seperti bola karet di tanah, berarti banyak mengandung boraks. Bisa juga dikenali dari bekas gigitan, yaitu bekas gigitan kembali ke tempat semula.
3. Tahu putih yang terlalu keras patut dicurigai mengandung formalin.
4. Daging gelonggong, .......... dapat dikenali ketika digantung menetes air dari daging tersebut. Warna daging yang asli merah segar dan serat-serat dalam daging tidak menggelembung. Harga yang tidak wajar (dibawah harga standar) juga patut dicurigai.
5. Mengenali daging ayam dari ayam yang mati. Daging ayam yang masih segar berwarna agak kekuning-kuningan, kalau warnanya putih bersih justru dimungkinkan dari ayam mati. apalagi ada warna biru seperti bekas memar serta bau sangat amis.
6. Daging ayam yang direndam formalin, ................ dengan menekan atau mendorong daging dengan jari telunjuk. kalau keluar lendir atau air berarti pernah direndam dengan air.
7. Ikan basi, ...............................kalau ditekan justru lembek, insang berwarna merah tua. Kalo beli ikan usahakan mencari ikan yang masih ada tanda-tanda hidup.
8. Jangan membeli makanan kalengan yang kalengnya penyok.kaleng yang penyok akan mengubah konsentrasi di dalam kemasan. Kaleng penyok dapat mengandung racun akibat adanya kandungan botulimun (bahan dasar kosmetik).
9. Snack/ makanan ringan, .........................lihat komposisi warnanya dan nomor registrasinya. kalau kadaluarsa justru berbahaya.
10. Kemasan plastik, .................................. apabila kemasan dari plastik, styrofoam, dan melamin diisi dengan bakso panas, soto panas, teh panas dan makanan/ minuman serba panas akan menyebabkan kanker.
11. Cara menghilangkan kandungan formalin dalam bahan makanan. bahan makanan direndam dalam air panas atau dipanaskan dengan air 121 derajat selama tiga menit. Kalau ikan dapat direndam dengan air cuka 5 persen selama 15 menit atau direndam dengan garam selama 30 menit untuk ikan asin.
Diterbitkan di: April 21, 2009
Link yang relevan :
* http://Kompas.com
keluarga. Dalam KOMPAS.COM dijelaskan tentang Tips Mudah Kenali Bahan Makanan Berbahaya. Menurut Caroline SSi MSi Apt. metode pengenalan paling mudah terhadap makanan berbahaya dapat dipandang dari berbagai segi, antara lain : warna, kandungan boraks, kandungan formalin, daging gelonggong, ayam basi, ikan basi.
Beberapa hal yang patut diperhatikan tentang bahan makanan :
1. Makanan yang warnanya mencolok dan menarik perlu diwaspadai. Salah satunya "saos". Saos yang warnanya membekas di tangan memungkinkan warna yang digunakan adalah pewarna tekstil yang bisa menyebakan kanker.
2. Boraks, .............. bakso yang kenyal atau bisa dipantulkan seperti bola karet di tanah, berarti banyak mengandung boraks. Bisa juga dikenali dari bekas gigitan, yaitu bekas gigitan kembali ke tempat semula.
3. Tahu putih yang terlalu keras patut dicurigai mengandung formalin.
4. Daging gelonggong, .......... dapat dikenali ketika digantung menetes air dari daging tersebut. Warna daging yang asli merah segar dan serat-serat dalam daging tidak menggelembung. Harga yang tidak wajar (dibawah harga standar) juga patut dicurigai.
5. Mengenali daging ayam dari ayam yang mati. Daging ayam yang masih segar berwarna agak kekuning-kuningan, kalau warnanya putih bersih justru dimungkinkan dari ayam mati. apalagi ada warna biru seperti bekas memar serta bau sangat amis.
6. Daging ayam yang direndam formalin, ................ dengan menekan atau mendorong daging dengan jari telunjuk. kalau keluar lendir atau air berarti pernah direndam dengan air.
7. Ikan basi, ...............................kalau ditekan justru lembek, insang berwarna merah tua. Kalo beli ikan usahakan mencari ikan yang masih ada tanda-tanda hidup.
8. Jangan membeli makanan kalengan yang kalengnya penyok.kaleng yang penyok akan mengubah konsentrasi di dalam kemasan. Kaleng penyok dapat mengandung racun akibat adanya kandungan botulimun (bahan dasar kosmetik).
9. Snack/ makanan ringan, .........................lihat komposisi warnanya dan nomor registrasinya. kalau kadaluarsa justru berbahaya.
10. Kemasan plastik, .................................. apabila kemasan dari plastik, styrofoam, dan melamin diisi dengan bakso panas, soto panas, teh panas dan makanan/ minuman serba panas akan menyebabkan kanker.
11. Cara menghilangkan kandungan formalin dalam bahan makanan. bahan makanan direndam dalam air panas atau dipanaskan dengan air 121 derajat selama tiga menit. Kalau ikan dapat direndam dengan air cuka 5 persen selama 15 menit atau direndam dengan garam selama 30 menit untuk ikan asin.
Diterbitkan di: April 21, 2009
Link yang relevan :
* http://Kompas.com
Ternyata! Seks Tanpa Menggunakan Kondom Lebih Sehat
Berhubungan seks tanpa kondom ternyata lebih baik untuk kesehatan dibandingkan berhubungan seks dengan menggunakan kondom.
Seorang psikolog dari Universitas West of Skotlandia, Stuart Brody mengatakan, berhubungan seks tanpa kondom dapat meningkatkan kesehatan mental laki-laki dan perempuan. “Sebaliknya, melakukan seks dengan kondom dapat membuat tekanan dan depresi.”
Pernyataan ini seolah membantah anggapan, bahwa berhubungan seks tanpa kondom dapat berbahaya bagi kesehatan karena dikhawatirkan penularan penyakit serta terjadi kehamilan.
Professor Brody mengatakan, bahwa tubuh manusia sudah secara alami diprogram untuk mendapatkan perlindungan dalam melakukan hubungan seksual. Menurutnya, hal ini dibuktikan dengan melakukan kajian terhadap 99 perempuan dan 11 laki-laki di Portugal.
“Mereka diminta untuk mengisi kuesioner dengan pertanyaan tentang kenikmatan yang mereka dapatkan dari hubungan seksual menggunakan kontrasepsi,” tuturnya.
Dari penelitian ini, Brody menjelaskan pasangan yang melakukan hubungan seks tanpa alat kontrasepsi tekanan psikologis dan tingkat stressnya lebih rendah dibandingkan dengan pasangan yang menggunakan alat kontrasepsi yaitu kondom.
Sementara itu, peneliti dari Marie Stope International, Tony Kerridge menuturkan, kesehatan reproduksi dan seksual dapat diuji setelah pasangan melakukan hubungan seksual, tidak menimbulkan penyakit yang tidak diinginkan dan tidak terjadi kehamilan.
sumber : www.perempuan.com
Seorang psikolog dari Universitas West of Skotlandia, Stuart Brody mengatakan, berhubungan seks tanpa kondom dapat meningkatkan kesehatan mental laki-laki dan perempuan. “Sebaliknya, melakukan seks dengan kondom dapat membuat tekanan dan depresi.”
Pernyataan ini seolah membantah anggapan, bahwa berhubungan seks tanpa kondom dapat berbahaya bagi kesehatan karena dikhawatirkan penularan penyakit serta terjadi kehamilan.
Professor Brody mengatakan, bahwa tubuh manusia sudah secara alami diprogram untuk mendapatkan perlindungan dalam melakukan hubungan seksual. Menurutnya, hal ini dibuktikan dengan melakukan kajian terhadap 99 perempuan dan 11 laki-laki di Portugal.
“Mereka diminta untuk mengisi kuesioner dengan pertanyaan tentang kenikmatan yang mereka dapatkan dari hubungan seksual menggunakan kontrasepsi,” tuturnya.
Dari penelitian ini, Brody menjelaskan pasangan yang melakukan hubungan seks tanpa alat kontrasepsi tekanan psikologis dan tingkat stressnya lebih rendah dibandingkan dengan pasangan yang menggunakan alat kontrasepsi yaitu kondom.
Sementara itu, peneliti dari Marie Stope International, Tony Kerridge menuturkan, kesehatan reproduksi dan seksual dapat diuji setelah pasangan melakukan hubungan seksual, tidak menimbulkan penyakit yang tidak diinginkan dan tidak terjadi kehamilan.
sumber : www.perempuan.com
Cara Mudah Mengenali Makanan & Minuman Berbahaya
Makanan dan minuman menjadi pilihan wajib bagi siapa pun untuk menjaga kesehatan sekaligus meneruskan keberlangusngan hidupnya. Namun, makanan dan minuman yang diolah secara tidak benar justru dapat menjadi pembunuh nomor wahid lantaran mengandung zat racun bagi tubuh.
Hal itulah yang mengilhami peneliti Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) melakukan penelitian dan akhirnya mempublikasikan dalam “Expo Karya Wima (Widya Mandala)” di kampus setempat pada 21-22 September 2008.
“Tips mengenali makanan dan minuman yang berbahaya dan yang aman itu penting pada masa-masa menjelang Lebaran,” kata peneliti UKWMS, Caroline SSi MSi Apt.
Dalam percakapannya dengan ANTARA News di Surabaya, ia menyampaikan metode pengenalan paling mudah dari berbagai sudut yakni warna, kandungan boraks, kandungan formalin, daging gelonggongan, ayam basi, ikan basi, makanan kaleng, bahaya snack, dan bahaya kemasan plastik.
“Kalau ada makanan yang warnanya mencolok dan menarik justru harus dicurigai, misalnya saos yang warnanya membekas di tangan memungkinkan pewarna yang digunakan adalah pewarna tekstil yang dapat menyebabkan kanker,” katanya.
Untuk boraks, katanya, dapat diamati dari bakso. “Kalau kenyal atau mudah dipantulkan seperti memantulkan bola karet di tanah, maka berarti banyak mengandung boraks. Bisa juga dari tanda-tanda gigitan yang kembali ke bentuk semula setelah digigit,” katanya.
Sebaliknya, katanya, tahu putih yang terlalu keras justru patut diduga mengandung formalin. “Kalau tahu kuning yang keras, kami belum melakukan penelitian, tapi kalau tahu putih yang tidak lembek dapat diduga ada kandungan formalin di dalamnya,” ucapnya.
Tentang daging gelonggong (daging yang diisi air), dosen Fakultas Farmasi (FF) UKWMS itu mengatakan daging seperti itu dapat dikenali dari air yang menetes bila digantung.
“Jadi, pilih saja daging yang digantung. Kalau ada air yang menetes berarti daging gelonggongan. Cara lain mengenali dari warna daging yang asli masih merah segar dan serat-serat di dalam daging juga tidak menggelembung,” katanya.
Harga yang tidak wajar juga merupakan pertanda. “Harga daging yang wajar itu Rp46 ribu perkilogram, nah kalau harganya lebih murah dari itu berarti patut dicurigai sebagai daging gelonggongan,” ungkapnya.
Kalau daging ayam, bagaimana cara mengenali daging dari ayam yang mati?
“Daging ayam yang masih segar itu berwarna agak kekuning-kuningan, kalau warnanya putih bersih justru dimungkinkan dari bekas ayam mati, apalagi kalau ada warna biru seperti bekas memar serta bau sangat amis,” katanya.
Bahkan, katanya, ada pula daging ayam yang direndam formalin agar awet. “Kita dapat mengenali daging ayam berformalin dengan menekan atau mendorongnya dengan jari telunjuk. Kalau keluar lendir atau air berarti pernah direndam dengan formalin,” katanya.
Namun, katanya, formalin dalam makanan juga dapat dihilangkan. “Caranya, makanan yang mencurigakan itu direndam dengan air panas sekitar 30 menit atau dipanaskan dengan oven bersuhu 121 derajat tiga menit. Kalau ikan dapat direndam dengan air cuka 5 persen selama 15 menit atau direndam air garam selama 30 menit untuk ikan asin,” katanya.
Lain halnya cara mengenali ikan basi. “Kalau ditekan justru lembek, warna insang tampak merah tua, atau mata ikan justru terlihat bening, maka cirinya ikan itu basi atau diberi formalin. Paling mudah ya beli saja ikan yang masih ada tanda-tanda hidup,” katanya.
Caroline juga menyarankan agar masyarakat jangan membeli makanan kaleng yang kemasan kalengnya sudah penyok.
“Kaleng yang penyok akan mengubah konsentrasi di dalam kemasan, karena kaleng penyok dapat mengandung racun akibat adanya kandungan botulimun (bahan dasar kosmetik). Kalau mau aman ya dipanaskan seperti ikan atau dibakar agar racunnya mati. Biasanya, supermarket justru memberi diskon,” katanya.
Untuk snack (makanan ringan) yang banyak disukai anak-anak, katanya, justru perlu dilihat komposisi zat warna-nya dan nomor registrasi. “Kalau warna-warnanya mencolok atau tanggal produk-nya kadaluarsa justru berbahaya,” katanya.
Satu lagi bahaya yang sering tak disadari adalah kemasan dari plastik, styrofoam, dan melamin. “Kalau kemasan itu diisi dengan bakso panas, soto panas, teh panas, dan makanan atau minuman serba panas akan dapat menyebabkan kanker,” katanya. (*)
Oleh Edy M. Ya`kub
sumber: antara.co.id
Hal itulah yang mengilhami peneliti Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) melakukan penelitian dan akhirnya mempublikasikan dalam “Expo Karya Wima (Widya Mandala)” di kampus setempat pada 21-22 September 2008.
“Tips mengenali makanan dan minuman yang berbahaya dan yang aman itu penting pada masa-masa menjelang Lebaran,” kata peneliti UKWMS, Caroline SSi MSi Apt.
Dalam percakapannya dengan ANTARA News di Surabaya, ia menyampaikan metode pengenalan paling mudah dari berbagai sudut yakni warna, kandungan boraks, kandungan formalin, daging gelonggongan, ayam basi, ikan basi, makanan kaleng, bahaya snack, dan bahaya kemasan plastik.
“Kalau ada makanan yang warnanya mencolok dan menarik justru harus dicurigai, misalnya saos yang warnanya membekas di tangan memungkinkan pewarna yang digunakan adalah pewarna tekstil yang dapat menyebabkan kanker,” katanya.
Untuk boraks, katanya, dapat diamati dari bakso. “Kalau kenyal atau mudah dipantulkan seperti memantulkan bola karet di tanah, maka berarti banyak mengandung boraks. Bisa juga dari tanda-tanda gigitan yang kembali ke bentuk semula setelah digigit,” katanya.
Sebaliknya, katanya, tahu putih yang terlalu keras justru patut diduga mengandung formalin. “Kalau tahu kuning yang keras, kami belum melakukan penelitian, tapi kalau tahu putih yang tidak lembek dapat diduga ada kandungan formalin di dalamnya,” ucapnya.
Tentang daging gelonggong (daging yang diisi air), dosen Fakultas Farmasi (FF) UKWMS itu mengatakan daging seperti itu dapat dikenali dari air yang menetes bila digantung.
“Jadi, pilih saja daging yang digantung. Kalau ada air yang menetes berarti daging gelonggongan. Cara lain mengenali dari warna daging yang asli masih merah segar dan serat-serat di dalam daging juga tidak menggelembung,” katanya.
Harga yang tidak wajar juga merupakan pertanda. “Harga daging yang wajar itu Rp46 ribu perkilogram, nah kalau harganya lebih murah dari itu berarti patut dicurigai sebagai daging gelonggongan,” ungkapnya.
Kalau daging ayam, bagaimana cara mengenali daging dari ayam yang mati?
“Daging ayam yang masih segar itu berwarna agak kekuning-kuningan, kalau warnanya putih bersih justru dimungkinkan dari bekas ayam mati, apalagi kalau ada warna biru seperti bekas memar serta bau sangat amis,” katanya.
Bahkan, katanya, ada pula daging ayam yang direndam formalin agar awet. “Kita dapat mengenali daging ayam berformalin dengan menekan atau mendorongnya dengan jari telunjuk. Kalau keluar lendir atau air berarti pernah direndam dengan formalin,” katanya.
Namun, katanya, formalin dalam makanan juga dapat dihilangkan. “Caranya, makanan yang mencurigakan itu direndam dengan air panas sekitar 30 menit atau dipanaskan dengan oven bersuhu 121 derajat tiga menit. Kalau ikan dapat direndam dengan air cuka 5 persen selama 15 menit atau direndam air garam selama 30 menit untuk ikan asin,” katanya.
Lain halnya cara mengenali ikan basi. “Kalau ditekan justru lembek, warna insang tampak merah tua, atau mata ikan justru terlihat bening, maka cirinya ikan itu basi atau diberi formalin. Paling mudah ya beli saja ikan yang masih ada tanda-tanda hidup,” katanya.
Caroline juga menyarankan agar masyarakat jangan membeli makanan kaleng yang kemasan kalengnya sudah penyok.
“Kaleng yang penyok akan mengubah konsentrasi di dalam kemasan, karena kaleng penyok dapat mengandung racun akibat adanya kandungan botulimun (bahan dasar kosmetik). Kalau mau aman ya dipanaskan seperti ikan atau dibakar agar racunnya mati. Biasanya, supermarket justru memberi diskon,” katanya.
Untuk snack (makanan ringan) yang banyak disukai anak-anak, katanya, justru perlu dilihat komposisi zat warna-nya dan nomor registrasi. “Kalau warna-warnanya mencolok atau tanggal produk-nya kadaluarsa justru berbahaya,” katanya.
Satu lagi bahaya yang sering tak disadari adalah kemasan dari plastik, styrofoam, dan melamin. “Kalau kemasan itu diisi dengan bakso panas, soto panas, teh panas, dan makanan atau minuman serba panas akan dapat menyebabkan kanker,” katanya. (*)
Oleh Edy M. Ya`kub
sumber: antara.co.id
Telah Ditemukan, Gen Untuk Membuat Anda Panjang Umur
Sebuah gen yang dapat membuat Anda berumur panjang hingga 100 tahun telah diidentifikasi oleh ahli para ilmuwan di Amerika Serikat. Penemuan yang telah diterbitkan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences ini, disebut-sebut dapat menjadi sebuah terobosan baru dalam memproduksi obat antipenuaan.
Tim peneliti dari Albert Einstein College of Medicine, New York, melakukan riset terhadap sebuah komunitas masyarakat Yahudi Ashkenazi di Amerika Serikat, yang memiliki usia rata-rata 97 tahun. Dari hasil penelitian, mereka menemukan bahwa ternyata para responden memiliki gen menurun yang muncul untuk mencegah sel-sel penuaan.
Penelitian menunjukan bahwa 86 orangtua yang diteliti beserta anak-anak mereka, memiliki sebuah enzim yang disebut telomerase dengan tingkat yang sangat tinggi. Enzim ini berfungsi untuk melindungi DNA pada tubuh. Mereka yang berusia di atas 90 tahun dan keturunannya umumnya memiliki telomerase yang lebih tinggi dan secara signifikan membuat mereka lebih berumur panjang.
Telomerase diketahui merupakan bagian khusus dari DNA yang duduk di ujung kromosom, seperti layaknya selubung plastik di ujung tali sepatu untuk mencegah serabut anyaman tali terurai. Setiap kali sebuah sel terbagi, maka telomerase akan memperpendek dan menjadi lebih rentan untuk kematian.
Dengan menaikkan tingkat telomerase, para peneliti berpikir mereka dapat dengan cepat menghadang sel kematian dan melawan proses penuaan.
sumber : conectique.com
Tim peneliti dari Albert Einstein College of Medicine, New York, melakukan riset terhadap sebuah komunitas masyarakat Yahudi Ashkenazi di Amerika Serikat, yang memiliki usia rata-rata 97 tahun. Dari hasil penelitian, mereka menemukan bahwa ternyata para responden memiliki gen menurun yang muncul untuk mencegah sel-sel penuaan.
Penelitian menunjukan bahwa 86 orangtua yang diteliti beserta anak-anak mereka, memiliki sebuah enzim yang disebut telomerase dengan tingkat yang sangat tinggi. Enzim ini berfungsi untuk melindungi DNA pada tubuh. Mereka yang berusia di atas 90 tahun dan keturunannya umumnya memiliki telomerase yang lebih tinggi dan secara signifikan membuat mereka lebih berumur panjang.
Telomerase diketahui merupakan bagian khusus dari DNA yang duduk di ujung kromosom, seperti layaknya selubung plastik di ujung tali sepatu untuk mencegah serabut anyaman tali terurai. Setiap kali sebuah sel terbagi, maka telomerase akan memperpendek dan menjadi lebih rentan untuk kematian.
Dengan menaikkan tingkat telomerase, para peneliti berpikir mereka dapat dengan cepat menghadang sel kematian dan melawan proses penuaan.
sumber : conectique.com
Olahraga Saat Panas Bisa Kurangi Nafsu Makan

OLAHRAGAWAN yang hendak mengurangi konsumsi kalori disarankan berolahraga di bawah terik matahari dan bukan di ruang olahraga yang dikendalikan cuaca.
Sebuah percobaan yang dilakukan kepada 11 pria aktif membuktikan, semua pria itu makan lebih sedikit segera setelah melakukan olahraga berlari dalam kondisi panas --sekitar 36 derajat Celsius-- dibandingkan dengan pada cuaca yang lebih sedang, 25 derajat Celsius.
Rata-rata, semua pria tersebut menyantap 300 kalori lebih banyak ketika mereka berolahraga pada temperatur sedang dibandingkan ketika mereka melakukannya saat udara panas.
"Temuan kami menunjukkan bahwa jika anda berolahraga di lingkungan yang lebih hangat, anda akan makan lebih sedikit saat menghadapi hidangan sesudah itu," kata peneliti Dr. Kym Guelfi, dari School of Sports Sciences di University of Wetern Australia, kepada Reuters Health.
Secara teori, ia mengatakan, itu akan menjadi strategi bagus bagi olahragawan yang berusaha menurunkan berat badan.
Namun, Guelfi menambahkan kajian pada masa depan mesti meneliti apakah olahragawan pada cuaca hangat hanya mengimbangi makanan yang lebih sedikit dengan santapan yang lebih banyak belakangan.
Untuk kajian itu, yang disiarkan di dalam American Journal of Clinical Nutrition, para peneliti tersebut meminta 11 pemuda yang aktif secara rutin melakukan kunjungan beberapa kali ke laboratorium olahraga.
Selama satu kunjungan, semua pria itu berlari di "treadmill" selama 40 menit di bawah temperatur 36 derajat Celsius; pada kunjungan lain, mereka melakukan kegiatan yang sama dengan temperatur 25 derajat Celsius. Pada kunjungan ketiga, mereka beristirahat di ruang yang cukup hangat.
Pada semua ketiga keadaan, pria tersebut kemudian disuguhi sarapan pilih sesukanya dan didapati memakan sebagian besar hidangan setelah berolahraga dalam kondisi sedang.
Studi tersebut juga menemukan kaitan mengenai mengapa berolahraga di bawah cuaca panas mungkin mengurangi nafsu makan. Setelah berolahraga saat panas, semua pria tersebut secara khusus memperlihatkan tingkat tekanan darah yang lebih tinggi, "peptide YY", satu hormon yang dihasilkan di saluran usus yang menjadi penanda "penuh".
Nafsu makan lebih kecil semua pria itu juga tampaknya berkaitan dengan peningkatan temperatur inti tubuh yang muncul bersamaan dengan berolahraga dalam cuaca panas.
Alasan bagi semua ini tidak jelas, tapi Guelfi menyatakan beberapa peneliti percaya bahwa, karena makan menghasilkan panas pada tubuh, asupan makanan adalah salah satu mekanisme alamiah manusia untuk mengendalikan temperatur tubuh "Ini adalah studi mengapa, secara anekdot, lingkungan yang dingin telah dikatakan mengarah kepada peningkatan nafsu makan," katanya.
Tetapi meskipun lingkungan yang lebih hangat mungkin membantu mencegah nafsu makan pasca-olahraga, Guelfi memperingatkan orang agar tak menerima gagasan itu secara ekstrem. "OLahraga tak boleh dilakukan di lingkungan yang sangat panas akibat resiko dehidrasi dan penyakit sengatan panas," katanya.(ANT)
Tiga Juta Perokok Aktif Menjadi Penyebar Penyakit Kanker
JAKARTA - Merokok tampaknya masih biasa dilakukan di tempat umum di Jakarta. Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah DKI, Minggu (15/11), mencatat, ada sekitar 3 juta perokok aktif di Ibu Kota. Mereka berpotensi mengidap kanker ganas dan memicu penyakit serupa tumbuh pada orang-orang di dekatnya.
"Perokok di Jakarta masih melakukan hobinya di angkutan umum, tempat belajar, hingga tempat ibadah. Belum ada kesadaran bahwa kebiasaan dan asap yang dikeluarkannya membahayakan dirinya dan orang lain. Kesadaran ini yang mesti ditanamkan," kata Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Sanitasi Lingkungan BPLHD DKI Joni Tagor, Minggu di Kota Tua, Jakarta Barat.
Keprihatinan atas aktivitas merokok yang membudaya di masyarakat berusaha terus diperangi dengan berbagai kampanye antirokok. Pada Minggu, kampanye antirokok dilakukan seiring dengan pelaksanaan hari bebas kendaraan bermotor tingkat kota yang diselenggarakan di kawasan Kota Tua, Jakbar.
Kampanye antirokok ini hasil kerja sama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Pemerintah Kota Jakarta Barat, serta sukarelawan dari Badan Layanan Umum Transjakarta, Universitas Trisakti, Wanita Indonesia Tanpa Tembakau, Muhammadiyah, Organda, pengelola terminal bus se-Jakarta, dan anggota pramuka.
"Ini bagian dari program smoke free Jakarta dari BPLHD. Poster berbagai ukuran dan stiker larangan merokok sudah disebarkan untuk mengurangi efek negatif rokok," ujar Joni.
Meilani (28), salah satu peserta kampanye antirokok, menyatakan amat bersemangat ikut kegiatan ini. "Saya dulu perokok, tetapi berhenti total setelah hamil dan melahirkan. Saya juga ngeri dengan pengalaman seorang teman. Bayangkan, suami teman itu tidak pernah merokok, tetapi bergaul dengan perokok di tempat kerjanya. Sekarang dia mengidap kanker paru stadium 3, dan kata dokter, salah satu penyebab utamanya adalah asap rokok. Kasihan, kan?" katanya.
Sesuai aturan Peraturan Daerah Pengendalian Polusi Udara Nomor 2 Tahun 2005, merokok dilarang dilakukan di fasilitas sosial dan fasilitas publik, termasuk kendaraan umum. Mulai dari sopir, kondektur, sampai penumpang yang melanggar bisa dihukum penjara hingga enam bulan dan denda maksimal Rp 50 juta.
Saat ini di Jakarta ada sedikitnya 1,4 juta angkutan umum yang melayani mobilitas masyarakat. Namun, hanya taksi dan bus transjakarta yang relatif aman dari asap rokok. Untuk itu, kampanye bebas rokok di kendaraan umum terus dilakukan.
Beberapa pengguna angkutan umum meminta pemerintah tidak cuma kampanye. "Terapkan hukumannya. Kampanye tidak berpengaruh. Itu lihat, sopirnya langsung nge-rokok lagi, kan?" kata Rahmawati, wisatawan di Museum Bank Mandiri.
Senada dengan Rahmawati, Tulus Abadi dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia menilai, pemerintah tidak konsisten menerapkan larangan merokok.
"Lihat saja di kantor pemerintahan, karyawannya banyak yang merokok sembarangan. Ruang khusus merokok dibiarkan menganggur. Konsisten ke dalam dulu, lalu ke masyarakat, dan terapkan sanksi. Mungkin baru ada hasilnya," kata Tulus. (NEL/kompas.com)
"Perokok di Jakarta masih melakukan hobinya di angkutan umum, tempat belajar, hingga tempat ibadah. Belum ada kesadaran bahwa kebiasaan dan asap yang dikeluarkannya membahayakan dirinya dan orang lain. Kesadaran ini yang mesti ditanamkan," kata Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Sanitasi Lingkungan BPLHD DKI Joni Tagor, Minggu di Kota Tua, Jakarta Barat.
Keprihatinan atas aktivitas merokok yang membudaya di masyarakat berusaha terus diperangi dengan berbagai kampanye antirokok. Pada Minggu, kampanye antirokok dilakukan seiring dengan pelaksanaan hari bebas kendaraan bermotor tingkat kota yang diselenggarakan di kawasan Kota Tua, Jakbar.
Kampanye antirokok ini hasil kerja sama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Pemerintah Kota Jakarta Barat, serta sukarelawan dari Badan Layanan Umum Transjakarta, Universitas Trisakti, Wanita Indonesia Tanpa Tembakau, Muhammadiyah, Organda, pengelola terminal bus se-Jakarta, dan anggota pramuka.
"Ini bagian dari program smoke free Jakarta dari BPLHD. Poster berbagai ukuran dan stiker larangan merokok sudah disebarkan untuk mengurangi efek negatif rokok," ujar Joni.
Meilani (28), salah satu peserta kampanye antirokok, menyatakan amat bersemangat ikut kegiatan ini. "Saya dulu perokok, tetapi berhenti total setelah hamil dan melahirkan. Saya juga ngeri dengan pengalaman seorang teman. Bayangkan, suami teman itu tidak pernah merokok, tetapi bergaul dengan perokok di tempat kerjanya. Sekarang dia mengidap kanker paru stadium 3, dan kata dokter, salah satu penyebab utamanya adalah asap rokok. Kasihan, kan?" katanya.
Sesuai aturan Peraturan Daerah Pengendalian Polusi Udara Nomor 2 Tahun 2005, merokok dilarang dilakukan di fasilitas sosial dan fasilitas publik, termasuk kendaraan umum. Mulai dari sopir, kondektur, sampai penumpang yang melanggar bisa dihukum penjara hingga enam bulan dan denda maksimal Rp 50 juta.
Saat ini di Jakarta ada sedikitnya 1,4 juta angkutan umum yang melayani mobilitas masyarakat. Namun, hanya taksi dan bus transjakarta yang relatif aman dari asap rokok. Untuk itu, kampanye bebas rokok di kendaraan umum terus dilakukan.
Beberapa pengguna angkutan umum meminta pemerintah tidak cuma kampanye. "Terapkan hukumannya. Kampanye tidak berpengaruh. Itu lihat, sopirnya langsung nge-rokok lagi, kan?" kata Rahmawati, wisatawan di Museum Bank Mandiri.
Senada dengan Rahmawati, Tulus Abadi dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia menilai, pemerintah tidak konsisten menerapkan larangan merokok.
"Lihat saja di kantor pemerintahan, karyawannya banyak yang merokok sembarangan. Ruang khusus merokok dibiarkan menganggur. Konsisten ke dalam dulu, lalu ke masyarakat, dan terapkan sanksi. Mungkin baru ada hasilnya," kata Tulus. (NEL/kompas.com)
Kebanyakan Ber-SMS Sebabkan Nyeri Bahu
SALING mengirim pesan lewat SMS atau chatting lewat messenger di ponsel kini telah merasuk kehidupan sebagian besar masyarakat. Saking asiknya, ada orang yang jarinya tak pernah lepas dari keypads ponselnya. Kebiasaan ini ternyata bisa menimbulkan nyeri bahu.
Menurut penelitian yang dilakukan para ahli di Amerika Serikat terhadap 138 mahasiswa ditemukan kaitan antara keluhan nyeri bahu dan kebiasaan mengetik di keypads ponsel. "Orang yang terlalu sering memencet-mencet keypads diketahui mengalami gejala musculoskeletal," kata Judith Gold, asisten profesor epidemiologi dari College of Health Professions and Social Work dari Temple University, Philadelphia, AS.
Musculoskeletal symtom merupakan rasa nyeri karena cedera yang mengenai otot, tendon, ligamen, saraf, atau pembuluh darah di leher, bahu, lengan, siku, pergelangan, dan jari tangan. Cedera bisa berupa radang dan rasa nyeri sehingga mengurangi kemampuan gerak disertai kelainan khas bagian tersebut.(kompas.com)
Menurut penelitian yang dilakukan para ahli di Amerika Serikat terhadap 138 mahasiswa ditemukan kaitan antara keluhan nyeri bahu dan kebiasaan mengetik di keypads ponsel. "Orang yang terlalu sering memencet-mencet keypads diketahui mengalami gejala musculoskeletal," kata Judith Gold, asisten profesor epidemiologi dari College of Health Professions and Social Work dari Temple University, Philadelphia, AS.
Musculoskeletal symtom merupakan rasa nyeri karena cedera yang mengenai otot, tendon, ligamen, saraf, atau pembuluh darah di leher, bahu, lengan, siku, pergelangan, dan jari tangan. Cedera bisa berupa radang dan rasa nyeri sehingga mengurangi kemampuan gerak disertai kelainan khas bagian tersebut.(kompas.com)
Stres? Hindari yang Manis dan Berlemak
JAKARTA-- Stres adalah beban yang menimpa tubuh kita dan membuat tubuh bereaksi secara darurat. Kita mengenal adanya 2 macam jenis stres. Yang pertama adalah stres fisik, misalnya kena pukul, tabrakan kendaraan, kerja otot yang melelahkan dan lain-lain. Sedangkan yang lainnya adalah stres mental atau tekanan akibat kejiwaan.
Apa pun bentuk stres, keduanya akan merangsang kelenjar adrenal, yakni satu kelenjar endokrin yang terletak menempel pada bagian atas kedua ginjal. Atas rangsangan stres ini, kelenjar adrenal akan mengeluarkan berbagai jenis hormon. Masing-masing hormon akan mempunyai efek khusus terhadap metabolisme tubuh, yang sedang mengalami keadaan kedaruratan akibat adanya beban stres tersebut.
Kelompok hormon pertama bereaksi adalah berbagai hormon yang dikenal sebagai kelompok hormon golongan kortikostreroid. Yakni hormon-hormon yang diproduksi oleh bagian korteks (bagian luar) dari kelenjar adrenal. Hormon-hormon yang termasuk golongan ini adalah kortisol, hidro-kortison, prednison dan seterusnya.
Sedangkan kelompok hormon lainnya adalah epinephrine yang diproduksi oleh bagian medulla (bagian tengah) dari kelenjar adrenal tersebut. Termasuk dalam golongan ini adalah epinephrine.
Pada stres, selain adanya peningkatan hormon-hormon dari kelenjar adrenal, juga adanya peningkatan produksi glukagon. Yakni hormon yang diproduksi oleh sel alfa kelenjar pankreas, yang berfungsi meningkatkan kadar gula darah.
Atasi Stres
Upaya mengatasi stres memang tak mudah, tapi upayakan sebisa mungkin untuk menghilangkan penyebabnya. Atau paling tidak, dapat mencari jalan keluarnya, sehingga walau faktor penyebab terjadinya stres masih ada, tetapi dampak negatifnya dapat dikurangi. Misalnya dengan meminta bantuan seorang ahli jiwa atau pun seorang psikolog.
Bilamana stres yang kita hadapi termasuk golongan pertama, yakni stres yang menimbulkan reaksi pada hormon-hormon golongan kortiko-steroid, maka peningkatan nafsu makan yang terjadi harus diimbangi dengan upaya menegakkan kebiasaan makan yang benar.
Hindari kesempatan makan jika mungkin. Pilihlah makanan yang tidak terlalu manis, bergula dan atau yang terbuat dari tepung olahan, misalnya kue-kue dan sejenisnya.
Salah satu jenis makanan yang patut dihindari adalah makanan yang terbuat dari tepung yang dijadikan adonan, kemudian digoreng atau dimasak dengan santan seperti martabak, donat, combro, risoles dan sebagainya. Hindari makanan gorengan pada umumnya atau pun makanan yang berlemak/dimasak dengan santan.
Perbanyak makan sayuran rebusan, serta buah-buahan segar. Jika ‘terpaksa’ berpesta atau makan di restoran, pakailah obat penangkal penyerapan lemak. Tidak ada jeleknya bila Anda meminta bantuan seorang dokter ahli gizi. Selamat mencoba. (kompas.com)
Apa pun bentuk stres, keduanya akan merangsang kelenjar adrenal, yakni satu kelenjar endokrin yang terletak menempel pada bagian atas kedua ginjal. Atas rangsangan stres ini, kelenjar adrenal akan mengeluarkan berbagai jenis hormon. Masing-masing hormon akan mempunyai efek khusus terhadap metabolisme tubuh, yang sedang mengalami keadaan kedaruratan akibat adanya beban stres tersebut.
Kelompok hormon pertama bereaksi adalah berbagai hormon yang dikenal sebagai kelompok hormon golongan kortikostreroid. Yakni hormon-hormon yang diproduksi oleh bagian korteks (bagian luar) dari kelenjar adrenal. Hormon-hormon yang termasuk golongan ini adalah kortisol, hidro-kortison, prednison dan seterusnya.
Sedangkan kelompok hormon lainnya adalah epinephrine yang diproduksi oleh bagian medulla (bagian tengah) dari kelenjar adrenal tersebut. Termasuk dalam golongan ini adalah epinephrine.
Pada stres, selain adanya peningkatan hormon-hormon dari kelenjar adrenal, juga adanya peningkatan produksi glukagon. Yakni hormon yang diproduksi oleh sel alfa kelenjar pankreas, yang berfungsi meningkatkan kadar gula darah.
Atasi Stres
Upaya mengatasi stres memang tak mudah, tapi upayakan sebisa mungkin untuk menghilangkan penyebabnya. Atau paling tidak, dapat mencari jalan keluarnya, sehingga walau faktor penyebab terjadinya stres masih ada, tetapi dampak negatifnya dapat dikurangi. Misalnya dengan meminta bantuan seorang ahli jiwa atau pun seorang psikolog.
Bilamana stres yang kita hadapi termasuk golongan pertama, yakni stres yang menimbulkan reaksi pada hormon-hormon golongan kortiko-steroid, maka peningkatan nafsu makan yang terjadi harus diimbangi dengan upaya menegakkan kebiasaan makan yang benar.
Hindari kesempatan makan jika mungkin. Pilihlah makanan yang tidak terlalu manis, bergula dan atau yang terbuat dari tepung olahan, misalnya kue-kue dan sejenisnya.
Salah satu jenis makanan yang patut dihindari adalah makanan yang terbuat dari tepung yang dijadikan adonan, kemudian digoreng atau dimasak dengan santan seperti martabak, donat, combro, risoles dan sebagainya. Hindari makanan gorengan pada umumnya atau pun makanan yang berlemak/dimasak dengan santan.
Perbanyak makan sayuran rebusan, serta buah-buahan segar. Jika ‘terpaksa’ berpesta atau makan di restoran, pakailah obat penangkal penyerapan lemak. Tidak ada jeleknya bila Anda meminta bantuan seorang dokter ahli gizi. Selamat mencoba. (kompas.com)
Kursi Berlengan Robot Bantu Penderita Lumpuh
WASHINGTON - Kabar gembira datang dari teknologi di dunia kedokteran. Sebuah kursi "berlengan robot" diciptakan oleh para peneliti di University of South Florida untuk membantu memudahkan akfititas para pasien penderita lumpuh.
Kerja lengan robotnya bisa dikontrol oleh sinyal otak. Para ahli menyebutnya dengan wheelchair-mounted robotic arm atau WMRA.
Diciptakan untuk berbagai macam fungsi, cara kerja alat ini menggunakan kecanggihan teknologi Brain-Computer Interface (BCI). Teknologi inilah yang akan menerjemahkan gelombang otak menjadi sebuah perintah bagi "lengan robot" tersebut beraktifitas.
"Kami memodifikasi sistem kerja BCI untuk menampilkan satu susunan angka dari berbagai pilihan menu aksi dan reaksi otomatis," ujar Redwan Alqasemi, peneliti dari Pusat Fakultas Teknik Mesin di Universitas South of Florida. Di sini, Alqasemi mengurusi bidang Rehabilitasi Teknik dan Teknologi.
Ihwal teknologi tersebut, para peneliti lain menuturkan, dengan menggunakan kibor virtual, sistem kerja alat ini sudah bisa digunakan untuk memegang berbagai benda. Mereka berjanji, penciptaan alat bisa digunakan bagi mereka yang menderita penyakit Lou Gehrig dan kondisi kelumpuhan lainnya.
Penyakit Lou Gehrig pernah menimpa seorang mantan petinju kelas berat Scott LeDoux. Saat itu, LeDoux mengaku tak bisa menutup kancing bajunya. Petinju tahun 1970-an ini menderita penyakit Lou Gehrig yang membuat tubuhnya tidak bisa bergerak. Ia menyadari penyakit tersebut saat merasa tidak mampu mengaitkan kancing bajunya sendiri tahun lalu. (kompas.com)
Kerja lengan robotnya bisa dikontrol oleh sinyal otak. Para ahli menyebutnya dengan wheelchair-mounted robotic arm atau WMRA.
Diciptakan untuk berbagai macam fungsi, cara kerja alat ini menggunakan kecanggihan teknologi Brain-Computer Interface (BCI). Teknologi inilah yang akan menerjemahkan gelombang otak menjadi sebuah perintah bagi "lengan robot" tersebut beraktifitas.
"Kami memodifikasi sistem kerja BCI untuk menampilkan satu susunan angka dari berbagai pilihan menu aksi dan reaksi otomatis," ujar Redwan Alqasemi, peneliti dari Pusat Fakultas Teknik Mesin di Universitas South of Florida. Di sini, Alqasemi mengurusi bidang Rehabilitasi Teknik dan Teknologi.
Ihwal teknologi tersebut, para peneliti lain menuturkan, dengan menggunakan kibor virtual, sistem kerja alat ini sudah bisa digunakan untuk memegang berbagai benda. Mereka berjanji, penciptaan alat bisa digunakan bagi mereka yang menderita penyakit Lou Gehrig dan kondisi kelumpuhan lainnya.
Penyakit Lou Gehrig pernah menimpa seorang mantan petinju kelas berat Scott LeDoux. Saat itu, LeDoux mengaku tak bisa menutup kancing bajunya. Petinju tahun 1970-an ini menderita penyakit Lou Gehrig yang membuat tubuhnya tidak bisa bergerak. Ia menyadari penyakit tersebut saat merasa tidak mampu mengaitkan kancing bajunya sendiri tahun lalu. (kompas.com)
Coelacanth, Fosil Hidup yang Bertangan

TAK butuh waktu lama untuk sebuah kejutan langka, seperti dialami peneliti oseanografi LIPI, Augy Syahailatua, ketika bersama peneliti lain melihat langsung keberadaan ikan purba coelacanth.
Kejutan itu terjadi pada siang hari tanggal 27 Juni 2007 di Malalayang, Teluk Manado, Sulawesi Utara.
Siang terik itu, kapal kayu peneliti baru sekitar 30 menit bergerak dari pantai Kota Manado. Kurang 500 meter dari tepian pantai, wahana bawah laut tanpa awak atau remotely operated vehicle (ROV) menangkap obyek utama penelitian ikan coelacanth. Data ROV mencatat, obyek berada di kedalaman 190,2 meter hingga 195 meter. ”Kami beruntung. Tentu gembira sekaligus terkejut,” kenang Augy.
Kenapa disebut beruntung dan terkejut? Berdasarkan catatan resmi survei biologi museum ilmu kelautan Aquamarine Fukushima, Jepang, pihak yang getol meneliti coelacanth, itulah satu-satunya perjumpaan pada survei lapangan periode 27 Juni-12 Juli 2007. Dari 92 kali pengoperasian ROV (total waktu penyelaman 54 jam 55 menit), hanya terjadi satu perjumpaan selama 32 menit tersebut.
Secara total, ROV yang dibawa tim Aquamarine Fukushima telah merekam delapan kali perjumpaan pada periode tahun 2006-2007. Tahun 2008, tak satu perjumpaan pun terjadi.
Menemukan keberadaan ikan coelacanth memang tidak mudah. Bahkan, bisa dibilang sulit dan berongkos mahal.
Informasi ilmiah menyebutkan, habitat ikan coelacanth berada pada kedalaman lebih dari 180 meter dengan suhu air laut maksimal 18 derajat celsius. Pada perjumpaan 27 Juni 2007, ROV merekam coelacanth sedang berdiam di mulut goa batuan lava bawah laut.
Pergerakan sekaligus sorot lampu ROV tidak mengejutkan coelacanth. Puluhan menit berdiam seperti menggantung di mulut goa, coelacanth kemudian berenang perlahan dan menghilang di antara celah-celah goa.
Fosil hidup ”bertangan”
Para ahli menyebut ikan coelacanth sebagai ikan purba. Alasannya, ikan itu diyakini sudah ada di bumi sejak era Devonia sekitar 380 juta tahun silam. Hingga kini, bentuknya tidak berubah alias tidak berevolusi!
”Coelacanth juga disebut ikan fosil hidup,” kata peneliti ikan Pusat Penelitian Biologi LIPI, Agus H Tjakrawidjaja. Bersama satu peneliti Perancis dan beberapa peneliti Indonesia lainnya, Agus mengidentifikasi ikan coelacanth pertama di Indonesia ditemukan tahun 1998 di Manado, Sulut.
Hasilnya, ikan tersebut merupakan jenis baru yang kemudian disebut Latimeria menadoensis dan dipublikasikan di jurnal ilmiah Perancis, Comtes Rendus de L’Academie des Sience (24 Mei 1999). Identifikasi taksonomi itu mengejutkan ahli zoologi sedunia karena sejak tahun 1940 dunia hanya mengenal satu spesies coelacanth (Latimeria chalumnae) yang ditemukan di barat Madagaskar (1938), sekitar 10.000 kilometer dari Manado.
Ada kisah menarik di balik penerbitan spesies baru dari Manado itu. Agus mengisahkan, kelompok peneliti di Indonesia bersaing dengan peneliti dari Amerika Serikat, yang disebut-sebut menghalangi publikasinya di jurnal bergengsi, Nature. ”Toh, akhirnya bisa juga.”
Secara fisik, sekilas fosil hidup tampak seperti ikan kerapu macan. Loreng-loreng gelap bergigi tajam.
Keunikan paling nyata adalah keberadaan sepasang sirip dada, sirip perut, satu sirip anal (bagian belakang bawah), dan satu sirip punggung yang tidak menyatu dengan tubuh, tetapi menjulur seperti tungkai layaknya tangan manusia.
Untuk tetap pada posisinya, coelacanth menggerakkan sirip perut dan sirip dadanya seperti dayung. Gerakan maju datang dari sirip anal dan sirip punggung belakang.
Ada dugaan, coelacanth dapat bergerak mundur, tetapi belum ada publikasi mengenai kebenarannya. Yang pasti, seperti dikatakan Agus, rahang atas coelacanth dapat bergerak membuka seperti rahang bawah.
Peneliti ikan LIPI lainnya, Haryono, mengaku belum pernah melihat ikan dengan kemampuan membuka rahang bagian atas seperti coelacanth. Dengan kemampuan itu, coelacanth, ikan karnivora, dimungkinkan memangsa ikan yang lebih besar.
Agus menambahkan, coelacanth menetaskan telurnya di dalam perut, bukan di luar tubuhnya. ”Namun, ia tetap bukan mamalia air,” katanya.
Di dunia, habitat coelacanth diketahui di pantai Afrika, yakni Kenya, Tanzania, Mozambik, Madagaskar, dan Afrika Selatan, serta Indonesia. Di Indonesia, sebaran coelacanth mulai dari Buol, Tolitoli, Sulawesi Tengah, hingga Manado, Sulawesi Utara, sekitar 400 kilometer.
Penelitian Aquamarine Fukushima di kedalaman laut di kawasan itu (2006-2007) merekam tujuh coelacanth. Seluruhnya di kedalaman lebih dari 120 meter dengan suhu antara 12 C dan 17 C.
”Kami menduga, coelacanth juga ada di perairan Biak,” kata Augy. Pertimbangannya, kondisi bawah lautnya memiliki kemiripan dengan Sulut; berpalung dengan goa-goa batuan lava.
Kunci evolusi
Para ahli sepakat, berbagai keunikan coelacanth, yang belum seluruhnya terungkap, merupakan kunci penting mengungkap tabir evolusi makhluk bawah air. Alasan itu pulalah yang membuat pihak Jepang berupaya keras mengetahui seluk-beluk ikan fosil hidup itu.
Selain di Indonesia, Aquamarine Fukushima juga memiliki proyek survei lapangan di Afrika Selatan dan Tanzania. Tujuan survei itu adalah memfilmkan coelacanth di habitat aslinya.
Proyek jangka panjang yang fokus pada coelacanth itu disebut proyek ”Greeneye”. Selain survei lapangan, aktivitas proyek diikuti lokakarya dan simposium internasional serta ekshibisi khusus, termasuk mendatangkan awetan coelacanth ke Jepang selama sekitar tiga bulan.
Hingga tahun 2008, Jepang masih berupaya memiliki awetan basah coelacanth yang kini disimpan di Museum Biologi LIPI. Namun, masih ada penolakan dari peneliti.
Menyadari potensi besar coelacanth, yang mewakili kekayaan sumber daya hayati laut Tanah Air, Indonesia menjadikan ikan fosil hidup sebagai maskot Konferensi Kelautan Sedunia dan Pertemuan Segitiga Terumbu Karang (WOC-CTI Summit) pada 11-15 Mei 2009 di Manado.
Di Indonesia, setidaknya ada dua awetan basah coelacanth, yakni yang disimpan di Museum Biologi LIPI di Cibinong dan di Manado. Coelacanth menunjukkan bahwa kekayaan laut Indonesia sekaligus keterbatasan pengelolaan dan penelitian kelautan di Tanah Air. (Kompas Cetak)
Perempuan Banyak Lahir di Daerah Tropis

WAJAR saja bila di Indonesia jumlah perempuan lebih banyak daripada jumlah laki-laki. Penelitian menunjukkan bahwa mereka yang tinggal di daerah tropis memiliki anak perempuan lebih banyak dibandingkan di daerah lain.
Ini mungkin disebabkan karena udara yang lebih panas atau hari yang lebih panjang. Demikian kesimpulan peneliti Amerika Serikat Dr Kristen Navara dalam terbitan jurnal Royal Society Biology Letters.
Dia mengatakan iklim mungkin menjadi faktor yang berkaitan dengan tingkat keguguran dan kualitas sperma. Atau juga mungkin ada keuntungan evolusi memiliki lebih banyak anak perempuan dibandingkan laki-laki bila tinggal di dekat garis katulistiwa.
Para ahli sudah lama mengetahui bahwa tingkat kelahiran bayi perempuan dan laki-laki berbeda di seluruh dunia.
Walau ada kecenderungan tertentu dalam masyarakat seperti di Cina dimana anak laki-laki lebih disukai sehingga janin perempuan sering digugurkan, secara alamiah proses kelahiran juga terjadi.
Riset menunjukkan bahwa janin perempuan lebih kuat dibandingkan janin laki-laki sehingga lebih mampu bertahan dalam kandungan dalam menghadapi berbagai lingkungan yang berbeda.
Dalam situasi lingkungan yang ekstrim seperti perang, tingkat kelahiran bayi perempuan lebih tinggi dibandingkan laki-laki.
Para ahli sudah lama memperkirakan bahwa daerah dimana kita tinggal juga mempengaruhi tingkat kelahiran.
Menurut penelitian sebelumnya, semakin kita tinggal ke arah selatan, semakin banyak bayi laki-laki yang dilahirkan, paling tidak hal tersebut terjadi di Eropa.
Namun susah untuk menyimpulkan bahwa pengaruh kawasan menjadi satu-satunya faktor, karena adanya variasi yang luas seperti kebudayaan, masyarakat, ekonomi, dan yang lain.
Navara dari University of Georgia, melakukan penelitian dengan melihat rasio jenis kelamin dari 202 negara dalam masa 10 tahun terakhir, dengan juga mempertimbangkan perbedaan sosio-ekonomi antar negara dan benua.
Secara rata-rata tingkat kelahiran dunia masih lebih banyak anak laki-laki, 106 laki-laki berbanding 100 perempuan atau 51.5 persen. "Satu-satunya negara di dunia dimana tingkat kelahiran perempuan lebih banyak dibandingkan laki-laki adalah Republik Afrika Tengah," kata Navara kepada BBC.
Dalam penelitiannya, Navara menemukan bahwa negara yang semakin dekat ke garis katulistiwa, menghasilkan anak laki-laki lebih sedikit dibandingkan negara sub tropis, dan yang lebih dingin, masing-masing 51,1 persen dan 51,3 persen. (bbc)

JAKARTA — Para ilmuwan dari organisasi lingkungan hidup Conservation International (CI) dalam penelitian keragaman hayati di Hutan Lindung Nangaritza Ekuador dekat perbatasan Peru menemukan katak kaca atau kristal yang disebut Hyalinobatrachium pellucidum.
Jenis amfibi ini berukuran lebih kecil dari kuku jari dan berkulit transparan sehingga organ dalamnya tampak dari luar. Satwa ini tergolong terancam punah.
Di lokasi yang sama, peneliti dari CI juga menemukan paling tidak 15 fauna dan flora yang tergolong baru bagi khazanah ilmiah.
Di dunia diperkirakan terdapat 14 juta flora-fauna, yang telah teridentifikasi manusia hanya sekitar 1,8 juta.
Tujuan dari penelitian selama tiga minggu tersebut adalah untuk mengidentifikasi spesies dan menyusun rekomendasi konservasi untuk kemungkinan pengembangan ekowisata di hutan itu.
Mereka juga mengungkapkan bahwa serangga dan katak yang ditemukan berpotensi medis. Survei kelayakan populasi diperlukan untuk melihat potensi lain di hutan itu.(Conservation International/YUN)
Organ Harimau Langka Ternyata Diperdagangkan
Selasa, 17 November 2009 | 17:03 WITA
BANDA ACEH -- Yayasan Leuser Internasional (YLI) menduga adanya jaringan perdagangan organ harimau di Provinsi Aceh menyusul sering terjadinya kasus kematian binatang langka ini.
"Konflik manusia dan harimau di Kabupaten Aceh Selatan yang berujung pada kematian merupakan salah satu awal mata rantai perdagangan organ bintang buas tersebut," kata juru bicara YLI, Chik Rini, Selasa (17/11).
Sepanjang tahun 2007-Agustus 2009, ditemukan 11 ekor harimau mati terbunuh di Aceh Selatan akibat dijerat, diracun dan ditembak dengan senjata api.
Dari 11 kasus kematian tersebut, hanya satu yang diketahui sebagai pelaku perdagangan organ tubuh harimau. Selain itu, harimau juga diburu secara khusus untuk diperdagangkan.
Menurut Chik Rini, lemahnya penegakan hukum menyebabkan pelaku leluasa melakukan transaksi dengan para pengumpul di Medan, Sumatra Utara.
Organ tubuh harimau yang sering diperdagangkan adalah tulang, kulit, taring, kuku dan kumis. Tulang, digunakan untuk pengobatan tradisional China, kulit untuk offset/pajangan di dalam rumah para oknum pejabat, pengusaha dan aparat penegak hukum.
Taring dan kuku sering digunakan untuk liontin. "Semua organ tubuh harimau diperdagangkan di pasar gelap dengan harga yang sangat mahal mencapai puluhan juta rupiah," katanya.
Ia menyatakan, kematian harimau akibat perburuan dan konflik telah menurunkan populasi binatang berwarna loreng itu di KEL.
Kasus kematian harimau di KEL meningkat mulai tahun 2000 dengan cara peracunan, pemasangan jerat, penangkapan melalui kandang perangkap dan perburuan dengan senjata api.
KEL merupakan benteng terakhir dimana harimau Sumatera bertahan hidup. Di provinsi lain, jumlah harimau semakin menurun seiring semakin berkurangnya luas hutan akibat dikonversi menjadi kawasan perkebunan.
Upaya perlindungan KEL sebagai habitat utama harimau Sumatera, akan melindungi spesies langka itu untuk beberapa waktu yang akan datang.
"YLI saat ini masih bekerja untuk menyelesaikan pendataan populasi dan penyebaran harimau di KEL bersama WCS dan Denver Zoo," kata Chik Rini.
Seekor harimau Sumatera berkelamin betina yang masih muda, Senin mati dibunuh Tajab (50), warga Desa Silolo, Kecamatan Pasie Raja, Kabupaten Aceh Selatan setelah makan ayam di kandangnya.
Karena takut harimau mengamuk saat keluar kandang, Tajab dan anaknya membacok leher harimau hingga mati. Ketika hari telah terang, Tajab pun melaporkan peristiwa ini kepada penduduk kampung. Kejadian ini selanjutnya dilaporkan ke BKSDA Aceh Selatan.
Dengan disaksikan BKSDA, Polsek, Koramil dan Camat Pasie Raja, harimau kemudian dikuburkan tak jauh dari kandang ayam. BKSDA mengingatkan Tajab agar tidak membongkar kuburan hingga 6 bulan ke depan, karena dikawatirkan tulang belulangnya akan dicuri.
Akhir Mei 2009, harimau jantan dewasa ditemukan mati setelah diracun warga Desa Tinggi Kecamatan Kluet Utara, setelah makan daging yang diberi racun oleh H Tayeb.
Harimau itu dikubur di halaman rumah. Selang setengah bulan kemudian seorang penadah organ harimau mendatangi H Tayeb dan membayar uang Rp 8 juta untuk mendapatkan tulang belulang.
"Jika peristiwa ini tidak ditangani secara serius oleh aparat terkait meski sudah dilaporkan. Diduga tulang itu dibawa ke Medan untuk diperjualbelikan dengan harga yang mahal," kata Rini.BANDA ACEH, KOMPAS.com - Yayasan Leuser Internasional (YLI) menduga adanya jaringan perdagangan organ harimau di Provinsi Aceh menyusul sering terjadinya kasus kematian binatang langka ini.
"Konflik manusia dan harimau di Kabupaten Aceh Selatan yang berujung pada kematian merupakan salah satu awal mata rantai perdagangan organ bintang buas tersebut," kata juru bicara YLI, Chik Rini, Selasa (17/11).
Sepanjang tahun 2007-Agustus 2009, ditemukan 11 ekor harimau mati terbunuh di Aceh Selatan akibat dijerat, diracun dan ditembak dengan senjata api.
Dari 11 kasus kematian tersebut, hanya satu yang diketahui sebagai pelaku perdagangan organ tubuh harimau. Selain itu, harimau juga diburu secara khusus untuk diperdagangkan.
Menurut Chik Rini, lemahnya penegakan hukum menyebabkan pelaku leluasa melakukan transaksi dengan para pengumpul di Medan, Sumatra Utara.
Organ tubuh harimau yang sering diperdagangkan adalah tulang, kulit, taring, kuku dan kumis. Tulang, digunakan untuk pengobatan tradisional China, kulit untuk offset/pajangan di dalam rumah para oknum pejabat, pengusaha dan aparat penegak hukum.
Taring dan kuku sering digunakan untuk liontin. "Semua organ tubuh harimau diperdagangkan di pasar gelap dengan harga yang sangat mahal mencapai puluhan juta rupiah," katanya.
Ia menyatakan, kematian harimau akibat perburuan dan konflik telah menurunkan populasi binatang berwarna loreng itu di KEL.
Kasus kematian harimau di KEL meningkat mulai tahun 2000 dengan cara peracunan, pemasangan jerat, penangkapan melalui kandang perangkap dan perburuan dengan senjata api.
KEL merupakan benteng terakhir dimana harimau Sumatera bertahan hidup. Di provinsi lain, jumlah harimau semakin menurun seiring semakin berkurangnya luas hutan akibat dikonversi menjadi kawasan perkebunan.
Upaya perlindungan KEL sebagai habitat utama harimau Sumatera, akan melindungi spesies langka itu untuk beberapa waktu yang akan datang.
"YLI saat ini masih bekerja untuk menyelesaikan pendataan populasi dan penyebaran harimau di KEL bersama WCS dan Denver Zoo," kata Chik Rini.
Seekor harimau Sumatera berkelamin betina yang masih muda, Senin mati dibunuh Tajab (50), warga Desa Silolo, Kecamatan Pasie Raja, Kabupaten Aceh Selatan setelah makan ayam di kandangnya.
Karena takut harimau mengamuk saat keluar kandang, Tajab dan anaknya membacok leher harimau hingga mati. Ketika hari telah terang, Tajab pun melaporkan peristiwa ini kepada penduduk kampung. Kejadian ini selanjutnya dilaporkan ke BKSDA Aceh Selatan.
Dengan disaksikan BKSDA, Polsek, Koramil dan Camat Pasie Raja, harimau kemudian dikuburkan tak jauh dari kandang ayam. BKSDA mengingatkan Tajab agar tidak membongkar kuburan hingga 6 bulan ke depan, karena dikawatirkan tulang belulangnya akan dicuri.
Akhir Mei 2009, harimau jantan dewasa ditemukan mati setelah diracun warga Desa Tinggi Kecamatan Kluet Utara, setelah makan daging yang diberi racun oleh H Tayeb.
Harimau itu dikubur di halaman rumah. Selang setengah bulan kemudian seorang penadah organ harimau mendatangi H Tayeb dan membayar uang Rp 8 juta untuk mendapatkan tulang belulang.
"Jika peristiwa ini tidak ditangani secara serius oleh aparat terkait meski sudah dilaporkan. Diduga tulang itu dibawa ke Medan untuk diperjualbelikan dengan harga yang mahal," kata Rini. (kompas.com)
BANDA ACEH -- Yayasan Leuser Internasional (YLI) menduga adanya jaringan perdagangan organ harimau di Provinsi Aceh menyusul sering terjadinya kasus kematian binatang langka ini.
"Konflik manusia dan harimau di Kabupaten Aceh Selatan yang berujung pada kematian merupakan salah satu awal mata rantai perdagangan organ bintang buas tersebut," kata juru bicara YLI, Chik Rini, Selasa (17/11).
Sepanjang tahun 2007-Agustus 2009, ditemukan 11 ekor harimau mati terbunuh di Aceh Selatan akibat dijerat, diracun dan ditembak dengan senjata api.
Dari 11 kasus kematian tersebut, hanya satu yang diketahui sebagai pelaku perdagangan organ tubuh harimau. Selain itu, harimau juga diburu secara khusus untuk diperdagangkan.
Menurut Chik Rini, lemahnya penegakan hukum menyebabkan pelaku leluasa melakukan transaksi dengan para pengumpul di Medan, Sumatra Utara.
Organ tubuh harimau yang sering diperdagangkan adalah tulang, kulit, taring, kuku dan kumis. Tulang, digunakan untuk pengobatan tradisional China, kulit untuk offset/pajangan di dalam rumah para oknum pejabat, pengusaha dan aparat penegak hukum.
Taring dan kuku sering digunakan untuk liontin. "Semua organ tubuh harimau diperdagangkan di pasar gelap dengan harga yang sangat mahal mencapai puluhan juta rupiah," katanya.
Ia menyatakan, kematian harimau akibat perburuan dan konflik telah menurunkan populasi binatang berwarna loreng itu di KEL.
Kasus kematian harimau di KEL meningkat mulai tahun 2000 dengan cara peracunan, pemasangan jerat, penangkapan melalui kandang perangkap dan perburuan dengan senjata api.
KEL merupakan benteng terakhir dimana harimau Sumatera bertahan hidup. Di provinsi lain, jumlah harimau semakin menurun seiring semakin berkurangnya luas hutan akibat dikonversi menjadi kawasan perkebunan.
Upaya perlindungan KEL sebagai habitat utama harimau Sumatera, akan melindungi spesies langka itu untuk beberapa waktu yang akan datang.
"YLI saat ini masih bekerja untuk menyelesaikan pendataan populasi dan penyebaran harimau di KEL bersama WCS dan Denver Zoo," kata Chik Rini.
Seekor harimau Sumatera berkelamin betina yang masih muda, Senin mati dibunuh Tajab (50), warga Desa Silolo, Kecamatan Pasie Raja, Kabupaten Aceh Selatan setelah makan ayam di kandangnya.
Karena takut harimau mengamuk saat keluar kandang, Tajab dan anaknya membacok leher harimau hingga mati. Ketika hari telah terang, Tajab pun melaporkan peristiwa ini kepada penduduk kampung. Kejadian ini selanjutnya dilaporkan ke BKSDA Aceh Selatan.
Dengan disaksikan BKSDA, Polsek, Koramil dan Camat Pasie Raja, harimau kemudian dikuburkan tak jauh dari kandang ayam. BKSDA mengingatkan Tajab agar tidak membongkar kuburan hingga 6 bulan ke depan, karena dikawatirkan tulang belulangnya akan dicuri.
Akhir Mei 2009, harimau jantan dewasa ditemukan mati setelah diracun warga Desa Tinggi Kecamatan Kluet Utara, setelah makan daging yang diberi racun oleh H Tayeb.
Harimau itu dikubur di halaman rumah. Selang setengah bulan kemudian seorang penadah organ harimau mendatangi H Tayeb dan membayar uang Rp 8 juta untuk mendapatkan tulang belulang.
"Jika peristiwa ini tidak ditangani secara serius oleh aparat terkait meski sudah dilaporkan. Diduga tulang itu dibawa ke Medan untuk diperjualbelikan dengan harga yang mahal," kata Rini.BANDA ACEH, KOMPAS.com - Yayasan Leuser Internasional (YLI) menduga adanya jaringan perdagangan organ harimau di Provinsi Aceh menyusul sering terjadinya kasus kematian binatang langka ini.
"Konflik manusia dan harimau di Kabupaten Aceh Selatan yang berujung pada kematian merupakan salah satu awal mata rantai perdagangan organ bintang buas tersebut," kata juru bicara YLI, Chik Rini, Selasa (17/11).
Sepanjang tahun 2007-Agustus 2009, ditemukan 11 ekor harimau mati terbunuh di Aceh Selatan akibat dijerat, diracun dan ditembak dengan senjata api.
Dari 11 kasus kematian tersebut, hanya satu yang diketahui sebagai pelaku perdagangan organ tubuh harimau. Selain itu, harimau juga diburu secara khusus untuk diperdagangkan.
Menurut Chik Rini, lemahnya penegakan hukum menyebabkan pelaku leluasa melakukan transaksi dengan para pengumpul di Medan, Sumatra Utara.
Organ tubuh harimau yang sering diperdagangkan adalah tulang, kulit, taring, kuku dan kumis. Tulang, digunakan untuk pengobatan tradisional China, kulit untuk offset/pajangan di dalam rumah para oknum pejabat, pengusaha dan aparat penegak hukum.
Taring dan kuku sering digunakan untuk liontin. "Semua organ tubuh harimau diperdagangkan di pasar gelap dengan harga yang sangat mahal mencapai puluhan juta rupiah," katanya.
Ia menyatakan, kematian harimau akibat perburuan dan konflik telah menurunkan populasi binatang berwarna loreng itu di KEL.
Kasus kematian harimau di KEL meningkat mulai tahun 2000 dengan cara peracunan, pemasangan jerat, penangkapan melalui kandang perangkap dan perburuan dengan senjata api.
KEL merupakan benteng terakhir dimana harimau Sumatera bertahan hidup. Di provinsi lain, jumlah harimau semakin menurun seiring semakin berkurangnya luas hutan akibat dikonversi menjadi kawasan perkebunan.
Upaya perlindungan KEL sebagai habitat utama harimau Sumatera, akan melindungi spesies langka itu untuk beberapa waktu yang akan datang.
"YLI saat ini masih bekerja untuk menyelesaikan pendataan populasi dan penyebaran harimau di KEL bersama WCS dan Denver Zoo," kata Chik Rini.
Seekor harimau Sumatera berkelamin betina yang masih muda, Senin mati dibunuh Tajab (50), warga Desa Silolo, Kecamatan Pasie Raja, Kabupaten Aceh Selatan setelah makan ayam di kandangnya.
Karena takut harimau mengamuk saat keluar kandang, Tajab dan anaknya membacok leher harimau hingga mati. Ketika hari telah terang, Tajab pun melaporkan peristiwa ini kepada penduduk kampung. Kejadian ini selanjutnya dilaporkan ke BKSDA Aceh Selatan.
Dengan disaksikan BKSDA, Polsek, Koramil dan Camat Pasie Raja, harimau kemudian dikuburkan tak jauh dari kandang ayam. BKSDA mengingatkan Tajab agar tidak membongkar kuburan hingga 6 bulan ke depan, karena dikawatirkan tulang belulangnya akan dicuri.
Akhir Mei 2009, harimau jantan dewasa ditemukan mati setelah diracun warga Desa Tinggi Kecamatan Kluet Utara, setelah makan daging yang diberi racun oleh H Tayeb.
Harimau itu dikubur di halaman rumah. Selang setengah bulan kemudian seorang penadah organ harimau mendatangi H Tayeb dan membayar uang Rp 8 juta untuk mendapatkan tulang belulang.
"Jika peristiwa ini tidak ditangani secara serius oleh aparat terkait meski sudah dilaporkan. Diduga tulang itu dibawa ke Medan untuk diperjualbelikan dengan harga yang mahal," kata Rini. (kompas.com)
jaringan sekretori
Jaringan Sekretori
Jaringan Sekretori adalah jaringan tumbuhan yang terdiri dari satu sel atau lebih yang berfungsi sebagai tempat pengeluaran senyawa-senyawa (Sekret) dari dalam tumbuhan, seperti lendir, getah minyak dan lemak.
Senyawa yang dihasilkan oleh Jaringan Sekretori adalah :
1. Senyawa Rekresi
Adalah Senyawa yang belum masuk metabolisme tubuh.
Diantaranya dihasilkan oleh:
1. Kelenjar Hidatoda
Terdiri dari banyak sel, mengeluarkan air lewat mesofil daun, trakeid permeabel terhadap air, ruang antar sel dan parenkim tidak berkloroplas, selnya tipis memiliki parenkim khusus yang disebut parenkim epitem.
1. Kelenjar garam
Berfungsi mengurangi kadar garam dalam tubuh tumbuhan terdiri dari satu sel dan beberapa sel yang besar pada sel basal yang mengalami penebalan dinding contohnya pada pita kaspari dan sel kecil pada terminal yang berupa pori-pori.
1. Senyawa Sekresi
Senyawa yang masih digunakan tubuh.
Diantaranya dihasilkan oleh:
1. Sel kelenjar
Bersifat idioblas dan tunggal, memiliki cairan sel yang berbeda dengan sel sekelilingnya.
1. Ruang kelenjar
Dapat berupa sizogen/beraturan, lisigen/larut,tidak teratur pada kulit jeruk, sizolisigen dan reksigen.
1. Saluran getah
Memanjang, rapi, berderet, sepanjang saluran dikeluarkan getah,fusi dari sederet sel, terdiri dari satu sel getah, tunggal atau beberapa sel berupa bulu getah majemuk yang membentuk artikulasi, bergabung, berbuku-buku terdapat proses anastomosis.
1. Senyawa Ekskresi
Senyawa sisa hasil metabolisme.
Diantaranya dihasilkan oleh:
1. Rambut kelenjar
Bentuknya trikom, penghasil getah, berfungsi sebagai insectivor pada Nepenthes sp.Karena menghasilkan enzim proteolitik yang dapat memecah protein pada serangga.
1. Osmofora
Terdapat pada sekitar bunga, penghasil gas/uap/minyak atsiri, bentuknya berupa sisir, sirip dan sikat.
Jaringan Sekretori adalah jaringan tumbuhan yang terdiri dari satu sel atau lebih yang berfungsi sebagai tempat pengeluaran senyawa-senyawa (Sekret) dari dalam tumbuhan, seperti lendir, getah minyak dan lemak.
Senyawa yang dihasilkan oleh Jaringan Sekretori adalah :
1. Senyawa Rekresi
Adalah Senyawa yang belum masuk metabolisme tubuh.
Diantaranya dihasilkan oleh:
1. Kelenjar Hidatoda
Terdiri dari banyak sel, mengeluarkan air lewat mesofil daun, trakeid permeabel terhadap air, ruang antar sel dan parenkim tidak berkloroplas, selnya tipis memiliki parenkim khusus yang disebut parenkim epitem.
1. Kelenjar garam
Berfungsi mengurangi kadar garam dalam tubuh tumbuhan terdiri dari satu sel dan beberapa sel yang besar pada sel basal yang mengalami penebalan dinding contohnya pada pita kaspari dan sel kecil pada terminal yang berupa pori-pori.
1. Senyawa Sekresi
Senyawa yang masih digunakan tubuh.
Diantaranya dihasilkan oleh:
1. Sel kelenjar
Bersifat idioblas dan tunggal, memiliki cairan sel yang berbeda dengan sel sekelilingnya.
1. Ruang kelenjar
Dapat berupa sizogen/beraturan, lisigen/larut,tidak teratur pada kulit jeruk, sizolisigen dan reksigen.
1. Saluran getah
Memanjang, rapi, berderet, sepanjang saluran dikeluarkan getah,fusi dari sederet sel, terdiri dari satu sel getah, tunggal atau beberapa sel berupa bulu getah majemuk yang membentuk artikulasi, bergabung, berbuku-buku terdapat proses anastomosis.
1. Senyawa Ekskresi
Senyawa sisa hasil metabolisme.
Diantaranya dihasilkan oleh:
1. Rambut kelenjar
Bentuknya trikom, penghasil getah, berfungsi sebagai insectivor pada Nepenthes sp.Karena menghasilkan enzim proteolitik yang dapat memecah protein pada serangga.
1. Osmofora
Terdapat pada sekitar bunga, penghasil gas/uap/minyak atsiri, bentuknya berupa sisir, sirip dan sikat.
Langganan:
Postingan (Atom)